102. Novel horor Shi Xi ( 1 )

Ketika kerumunan keluar dari teater, Guo Zhi kagum dengan apa yang baru saja dilihatnya di teater, dia tidak memiliki banyak wawasan dalam hidupnya. Ketika SMA, dia dan Shi Xi pertama kali menginap di sebuah hotel. Sejak dia bersama Shi Xi, banyak hal yang pertama kali terjadi dalam hidupnya, begitu banyak sehingga butuh banyak waktu untuk memilahnya.

“Aku tidak menyangka akan sangat berbeda menonton orang tampil secara langsung dan menonton film.” Guo Zhi memegang potongan tiket ingin dikoleksi dengan baik, kali ini Shi Xi tidak seacuh ketika terakhir kali menonton film, Guo Zhi mengangkat kepalanya untuk bertanya, “Apa pendapatmu tentang drama itu?”

“Oke.”

Guo Zhi menyentuh dagu. “Shi Xi, apa kau menulis novel horor?” Semakin ia memikirkan ini semakin lebih bersemangat, novel cinta yang terakhir kali gagal, dan novel horor ini pasti akan berhasil!

“Kenapa?”

“Kau sepertinya tidak memiliki kebencian terhadap hal semacam ini dibanding kisah cinta.” Guo Zhi baru saja melihat toko DVD, dan tanpa sadar menarik Shi Xi untuk masuk ke dalam. “Kita beli beberapa film horor untuk mencari inspirasi.” Shi Xi tidak menolak, mereka masing-masing memilih, Shi Xi tidak menghabiskan banyak waktu, ia sudah memegang dua disk dan menaruhnya dimeja kasir. Tidak lama kemudian, Guo Zhi menyusul. Shi Xi melihat disk di tangannya, seketika menunjukkan tatapan yang menjengkelkan.

“Kenapa dengan ekspresimu itu!” Guo Zhi meletakkan DVD dimeja kasir. Dia mengatakan dengan tidak yakin. “Bukankah film horor itu sama saja. Film di negara kita tidak terlalu buruk.”

“Setiap negara memiliki film busuk, jangan main-main dengan patriotismemu, baik itu baik, busuk itu busuk, jangan tarik masalah lain.”

“Kau belum tahu isinya, lihat apa yang tertulis di sampul ini: karya horor pertama di negara yang pasti membuatmu berteriak! Lihat, ini menakutkan.” Sangat mudah dibodohi dengan sampul dan tatapan semakin Shi Xi menjengkelkan. terlalu malas untuk terus berbicara dengannya, sikap seperti itu membuat Guo Zhi tidak puas, ia mengambil disk yang dibeli Shi Xi ‘Barber Todd’ dan ‘Zombie 2013’.

“Bukankah semuanya sama, Zombie 2013 juga berasal dari negara kita?” Itu sedikit mengejutkan, karena sebagian besar koleksi DVD ShinXi adalah film asing.

“Aku akan menonton semua film yang bagus. Dan, Guo Zhi.”

“Ada apa?”

“Kau berani mengatakan hal yang sama lagi, jangan membuatku memukulmu.”

“Apa aku harus dipukuli karena berbicara tentang film?!”
.
.

Ketika kembali ke apartemen, Guo Zhi tidak sabar untuk memindahkan komputer ke meja kopi, menyiapkan makanan ringan dan minuman, mematikan lampu, dan menepuk posisi kosonh di sebelahnya untuk Shi Xi. “Jika kau tidak cepat, aku akan menontonnya duluan.” Ancaman tidak berpengaruh, dengan karakter Guo Zhi, jangan kan Shi Xi berlama-lama, Shi Xi tertidur pun, ia akan menunggu sampai Shi Xi bangun dan kemudian menekan tombol play.

“Bagaimana menurutmu untuk menulis novel horor?”

“Apa bagusnya menulis sekelompok orang pergi ke tempat yang konyol, satu per satu dibunuh seorang wanita dengan rambut panjang dan pakaian putih yang merangkak ditanah.”

“Jika kau tidak suka, kau bisa menulis sesuatu yang berbeda.”

Shi Xi mematikan lampu dan duduk, dengan tidak sopan menyingkirkan tiga DVD yang dibeli Guo Zhi, mengeluh pun Guo Zhi saya tidak dapat mengubah apa pun. Ia memilih duduk di sofa dan mengambil posisi paling nyaman. Komputer terdengar suara rotasi disk, dan film dimulai, seorang pria dengan wajah sedih menarasikan dialog yang sedih: Aku meninggalkan kampung halaman pada usia 13, dan diusia 16 tahun sebagai aktor, membuat banyak film, hingga hari ini, aku hanya bisa mengatakan bahwa semuanya adalah untuk hidup. Aku tidak menyangka, melayang-layang tenggelam bertahun-tahun, akhirnya tetap ingin kembali ke sini, banyak orang mengatakan plot filmnya konyol, kehidupan aslinya lebih absurd daripada filmnya. Aku pernah berkata, jika suatu hari aku kehilangan ingatan, kau harus mengajariku cara tertawa, tertawa, bahkan sangat lelah, saya sangat lelah, lelah tidak ingin pergi lagi.

Belum ada kata-kata di antara mereka sampai akhir film, mata Guo Zhi tidak meninggalkan layar, beberapa film, beberapa kata akan meninggalkan kesedihan kepada orang-orang yang menonton, ini sedikit menjijikkan, hatinya mengatakan itu semua palsu, tetapi masih tidak bisa menghibur hatinya yang meninggalkan kesedihan samar. Ketika dia masih kecil, dia pertama kali menonton Titanic. Ketika dia terlambat untuk tenggelam dalam keindahan cinta, dia menderita kesedihan kematian. Ketika air menenggelamkan perahu, band masih bermain, sepasang orang tua berbaring di tempat tidur dan mengepalkan tangan. Guo Zhi tidak mengerti, mengapa orang harus mati? Tidak bisakah membuat skenario dimana semua orang selamat dan hidup bahagia? Sejak itu, ia menghindari menonton hal-hal yang menyedihkan. Setiap kali ia ingin menonton film dan serial TV, ia pertama-tama akan memahami bagian akhir dan hanya akan menonton film yang berakhir bahagia.

Guo Zhi mengambil disk yang lain, “Aku masih ingin melihat ini.”

“Beri aku alasan untuk menemanimu.”

“Film jenis ini ada sisi humor dan konyol, karena sangat busuk, sehingga semua orang di dalamnya mati, tidak akan merasa sedih!” Tidak ada sutradara yang akan senang dengan alasan Guo Zhi merekomendasikan film.

“Jangan bilang, kau sedih karena filmnya.”

“Ya, aku tidak bisa menonton film semacam ini. Aku tidak mampu menahannya. Aku mudah terinfeksi oleh dunia luar. Aku akan masih merasa sedih setidaknya tiga hari!”

“Ini keajaiban kau belum tertipu aliran sesat.” Shi Xi menatapnya seakan Guo Zhi adalah orang idiot, dan itu membuat Guo Zhi mendorongnya. “Kau adalah aliran sesat.”

“Hei.” Shi Xi menyeka wajah Guo Zhi. “Kau harus berpikir, film itu palsu, orang-orang itu tidak mati dan masih memiliki lebih banyak uang darimu, kehidupan mereka lebih kaya darimu.”

“Aku tidak mau mendengarkan.” Meskipun pernyataan Shi Xi adalah kenyataan yang tidak dapat diterima, itu benar-benar mengurangi kesedihan Guo Zhi. Dia agak tertekan ketika dia melihat Shi Xi dan tidak ada fantasi untuk melihat kehidupan nyata. Apakah ini sedikit menakutkan? Guo Zhi lebih suka hidup dalam keindahan pembuatan film dan novel, berpikir bahwa itu benar. Ada begitu banyak orang di dunia, ada begitu banyak hal terjadi setiap hari, bagaimana mungkin tidak ada hal yang baik, pasti ada banyak, seperti film, seperti novel, mungkin lebih baik daripada film dan novel.

“Cepat singkirkan ekspresi memuakkan itu.”

“Tapi kau menyukaiku seutuhnya!” Guo Zhi mendekat dan mengecup sudut bibir Shi Xi.

“Hanya sebagian.”

“Itu juga bagian besar!” Guo Zhi seketika yakin. “Shi Xi, kau tidak pernah percaya pada sisi baik sebelumnya, aku pikir tidak, apa perasaan kita tidak diperhitungkan?” Matanya menyipit, tersenyum lebar menampakkan gigi putihnya, di ruang redup, senyumnya lebih menyilaukan daripada cahaya layar, wajahnya terpantul dipupil Shi Xi, bukan film, bukan novel, bersama dengan perasaannya yang terlalu nyata.

“Kau harus tahu, aku sangat optimis. Jika kau tidak menjawab, aku akan menganggap kau setuju kalau aku adalah bagian dari sisi baikmu.” Walau begitu, Guo Zhi mempersiapkan diri secara mental, jika Shi Xi akan mengatakan sesuatu yang jelek. Satu menit berlalu, dua menit berlalu, dan Shi Xi masih tidak bicara. Ia tidak siap mental ketika Shi Xi tidak bicara, tidak terpikirkan, kebahagiaan yang datang.


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments