100. Tidak

Liburan musim panas berlalu, dan kenaikan kelas pun tiba.

Untuk tahun kedua sekolah, Gu Yu tidak memiliki apa-apa untuk dinanti.

Terutama, ketika dia berpikir tentang Bo Shangyuan, dia tidak bisa menahan perasaan hitam.

Setelah menyelesaikan kelas tambahan, Gu Yu juga menulis topik ujian selama dua bulan liburan.

Dalam dua bulan terakhir, hari-harinya dipenuhi dengan soal-soal, hingga tidur malam pun dia juga bermimpi tentang itu.

Kadang-kadang Gu Yu tidak bisa tidak berpikir alasan Bo Shangyuan suka padanya dan menciumnya... ternyata hanya untuk membiarkannya menulis pertanyaan ujian setiap hari.

Karena itu juga selama dua bulan ini, Gu Yu yang terus berada di rumah Bo Shangyuan tidak berjemur matahari dan membuat kulitnya semakin putih.

Jadi, setiap kali bertemu, Bo Shangyuan akan selalu mencubit wajahnya.

Gu Yu mengeluh.

- Setiap hari memaksanya untuk membuat kelas tetapi juga mencubit wajahnya!

Tapi ini bukan intinya.

Intinya adalah ...

Dia kini bertambah tinggi!!!

Sebelum itu, tingginya hanya 168. Setelah liburan musim panas ini, ia tumbuh menjadi 175! Jika tumbuh 3cm lagi, ia akan menjadi 178!

Ada pepatah yang mengatakan bahwa anak laki-laki memiliki tinggi badan kurang dari 178 tidak berbeda dengan orang cacat.

Karena itu, jika ia terus tumbuh setinggi 3 cm lagi, maka tingginya akan menjadi 178, dan itu adalah tinggi normal!

Saat memikirkan ini, Gu Yu tidak bisa menahan senyum.

Tapi yang tidak menyenangkan adalah Bo Shangyuan juga tumbuh lebih tinggi.

Bo Shangyuan yang sebelumnya 183 telah menjadi lebih tinggi sekarang. Biasanya ketika mereka mengobrol, Gu Yu hanya perlu sedikit mendongak. Sekarang, dia perlu mengangkat kepalanya ke atas untuk berbicara dengannya.
.
.

Pada jam 7:40 pagi, Gu Yu meninggalkan rumah dengan materi registrasi dan pergi ke rumah Bo Shangyuan.

Seperti yang dia perkirakan, pintu sebelah masih tertutup dan sunyi.

Gu Yu mengeluarkan ponsel dan menelepon Bo Shangyuan.

Telepon terhubung dengan cepat.

Gu Yu langsung bicara lebih dulu. "Cepat bangun, kita harus pergi ke sekolah untuk mendaftar."

Bo Shangyuan yang jelas belum bangun, terdengar merespon dengan suara serak, sarat kelelahan yang berat.

"Aku tidak ingin bangun."

Mata Gu Yu berkedut dan mendesak dengan kejam. "Jika kau tidak bangun, aku akan pergi sendiri."

Orang di ujung telepon diam.

Kemudian, terdengar suara gedebuk dari telepon, dua menit kemudian, suara bunyi klik dan pintu terbuka.

Bo Shangyuan masih dengan piyama muncul di depan mata Gu Yu.

Gu Yu meletakkan ponselnya, ingin berbicara, namun Bo Shangyuan langsung bersandar dengan lembut dibahunya.

Tubuh Bo Shangyuan lebih tinggi dan beratnya secara alami tidak ringan.

Gu Yu mundur dua langkah sebelum stabil dan menahan berat tubuh Bo Shangyuan.

"Cepat ganti pakaian dan pergi ke sekolah untuk mendaftar, kita akan terlambat."

Bo Shangyuan merespon samar, tidak bergerak.

Kali ini, Gu Yu diam.

Sejak ... Gu Yu menciumnya, Bo Shangyuan menjadi semakin ganas dalam studinya. Namun dalam hal lain, dia semakin lebih lengket dan selalu membuat Gu Yu memerah.

Meskipun Bo Shangyuan tidak pernah mengatakan mereka berkencan, dan Gu Yu juga tidak tahu apakah mereka saat ini dalam hubungan seperti itu, tetapi sekarang interaksi mereka benar-benar berbeda.

Jari-jari Bo Shangyuan sedikit dingin, tetapi napasnya hangat dan menerpa di antara lehernya.

Tubuh Gu Yu gemetar dan mencoba untuk tenang.

Dia menyeret Bo Shangyuan masuk ke ruang tamu, dan kemudian menekannya ke sofa.

Gu Yu terlihat serius. "Duduklah."

Setelah selesai, dia berbalik ke kamar tidur.

Dua menit kemudian, kembali dengan satu set pakaian.

"Ganti pakaianmu."

Bo Shangyuan kembali merespon samar dan melirik pakaian di tangan Gu Yu, lalu mengulurkan tangannya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Tidak bicara, tetapi sudah jelas.

Waktu sudah terlambat bagi keduanya untuk terus mengasah dalam hal ini. Gu Yu dengan kesal menatapnya dan kemudian bersiap membantu Bo Shangyuan untuk berganti pakaian.

Dia mengeluh, "Bagaimana mungkin meminta orang lain menggantikan pakaian ..."

Gu Yu mengatakan itu sambil melepas kancing baju Bo Shangyuan dan membukanya, menampakkan kulit putih telanjang.

Gerakan Gu Yu seketika kaku dan mendongak menatap Bo Shangyuan.

Disisi lain, Bo Shangyuan sangat acuh tak acuh dan tampak tenang juga menatapnya.

Kedua lelaki itu saling memandang selama tiga detik.

Sebelumnya saat tinggal bersama, dan belum menyadari perasaannya, juga Bo Shangyuan belum menciumnya, Gu Yu tidak peduli apa yang Bo Shangyuan lakukan bahkan jika mengganti baju didepannya, dia merasa biasa saja.

Tapi sekarang berbeda.

Tiga detik kemudian, Gu Yu beralih menutup matanya, tidak berani melihat tubuh bagian atas Bo Shangyuan yang telanjang dan mulai meraba untuk melepas bajunya.

Namun dia tidak sengaja menyentuh dada Bo Shangyuan beberapa kali dan itu membuat wajahnya menjadi semakin merah.

Setelah beberapa saat merasa kesulitan melakukannya dengan mata tertutup, Gu Yu akhirnya membuka mata.

Dia tidak tahan untuk melemparkan pakaian ditangannya ke lengan Bo Shangyuan dan tergagap. "Su-sudah terlambat, kau ganti sendiri!"

Ketika selesai bicara, Gu Yu langsung pergi ke luar pintu dan menunggu.

Disisi lain, Bo Shangyuan menatap baju lengannya dan mengangkat alis.

Lalu, tersenyum.
.
.

Lima menit kemudian.

Bo Shangyuan dengan pakaian rapi muncul diluar pintu.

Gu Yu memandangnya dengan agak kesal.

Jelas, bisa memakai pakaian sendiri, kenapa ingin dia yang melakukannya...

Keduanya pun pergi ke sekolah dengan bus seperti biasa.

Karena hari ini adalah hari pendaftaran, di dalam bus banyak siswa baru yang akan pergi ke sekolah untuk mendaftar.

Melihat para siswa baru yang terlihat bersemangat, hati Gu Yu merasa sedikit emosional.

Dia memikirkan setahun yang lalu.

Pada saat itu, dia bahkan tidak berbicara sepatah kata pun dengan Bo Shangyuan. Dan ternyata dalam sekejap mata, mereka——

Bo Shangyuan tiba-tiba bersuara. "Apa kau sudah yakin dengan ujian simulasi besok?"

Gu Yu tertegun, dengan kaku melihat ke arahnya.

Dia dengan hati-hati bertanya. "... Jika ... tidak? Apa yang akan terjadi?"

Bo Shangyuan menatapnya tanpa ekspresi.

"Menurutmu?"

"..."

Gu Yu mengerti.

Jadi sekarang dia tidak ingin lagi berbicara dengan Bo Shangyuan.

Semua suasana hati baiknya menghilang tanpa jejak ketika mendengar kata itu.

Bus berhenti di gerbang sekolah.

Gu Yu mengabaikan Bo shangyuan dan turun dari bus terlebih dahulu.

Ini juga kebetulan, setelah turun, dia melihat Shen Teng.

Mata Gu Yu bersinar dan langsung berlari ke arah Shen Teng.

Adapun Bo Shangyuan, ekspresinya seketika gelap.

Gu Yu mendekat dan menepuk bahu Shen Teng.

Shen Teng telonjak kaget dan menoleh, begitu melihat Gu Yu, dia tersenyum senang.

"Hei, Xiao Yu Yu, ini sangat kebetulan."

Gu Yu tersenyum dan merespon pelan.

Shen Teng teringat sesuatu dan bertanya. "... Bo Shangyuan? Tidak bersamamu?"

Ekspresi Gu Yu seketika jelek. Dia menunjuk ke arah belakangnya.

Shen Teng melihat ke belakang dan setelahnya, ekspresinya juga jelek.

Hari ini, semester baru, mereka naik ke tahun kedua dan secara alami akan ada siswa baru tahun pertama.

Bo Shangyuan tinggi dan tampan. Pada saat dia muncul di depan semua orang, itu langsung menarik perhatian semua siswa baru yang hadir.

Berbeda dengan mereka, siswa lain yang seangkatan dengan Bo Shangyuan tidak lagi terkagum-kagum melainkan ekspresi mereka mirip dengan Shen Teng.

Halus, rumit... iri dan benci.

Shen Teng berbalik dan menoleh pada Gu Yu. "... Aku benci Bo Shangyuan."

Gu Yu mengikuti dengan serius. "Aku juga."
.
.

Keduanya dengan tegas meninggalkan Bo Shangyuan dan melangkah lebih dulu ke dalam, bersiap untuk mendaftar ke kantor sekolah.

Sambil berjalan, Shen Teng bertanya dengan bingung, "Apa kau benar-benar membuat kelas bersama Bo Shangyuan selama dua bulan liburan musim panas?"

Gu Yu diam.

Shen Teng mengerti, lalu menepuk pundaknya dan berkata, "Saudaraku, kau telah bekerja keras."

Gu Yu masih diam.

Disaat bersamaan, suara Jin Shilong dan Jiang Zhenshan muncul di belakang keduanya.

"Shen Teng! Gu Yu!"

Keduanya berhenti dan berbalik.

Jin Shilong dan Jiang Zhenshan tiba dengan kehabisan nafas karena berlari.

Jin Shilong berkata disela terengah. "Aku baru saja bertemu Jiang Zhenshan dan melihat kalian."

Sementara Jiang Zhenshan masih mengatur napas, tidak bisa bicara.

Setelah bernapas dengan baik, Jin Shilong kembali bertanya. "Apa yang kalian lakukan selama dua bulan liburan musim panas? Ibuku membawaku ke luar negeri untuk liburan."

Shen Teng merespon santai. "Apa lagi yang bisa aku lakukan? Tentu saja main game di rumah. Oh, ya, ibuku juga membawaku ke C City dan pergi ke tempat pemandangan tingkat 5A di C City. Dan kalian tahu, bukannya melihat pemandangan, tetapi malah hanya bisa melihat kepala manusia ..."

Dalam rasa ketidakpuasan, Jiang Zhenshan berbisik, "Aku, aku kembali ke kota asalku untuk menemani nenekku."

Hanya Gu Yu yang tidak berbicara.

Meskipun begitu, ketiganya bisa menebak apa yang dia lakukan selama liburan.

Karena itu, mereka mulai berbicara tentang nilai.

Jin Shilong bertanya, "Kira-kira, kalian akan masuk kelas mana?"

Jiang Zhenshan ragu-ragu dan berkata, "Aku ... Mungkin masih di kelas E?"

Shen Teng memeluk lengan Gu Yu dan terisak. "Xiao Yu Yu, jangan tinggalkan aku—"

"..."

Gu Yu tidak bereaksi. Jin Shilong yang berada di samping, dengan kejam membuka tangan Shen Teng dan berkata, "Bo Shangyuan sudah membuat kelas untuknya selama dua bulan liburan musim panas. Sudah pasti dia ingin pergi ke kelas A bersama. Kau hanya berpikir tentang bermain game sepanjang hari, kau pasti akan tetap di kelas E."

Shen Teng menatap Gu Yu dengan air mata dan berkata, "Selama Xiao Yu Yu dengan sengaja menggagalkan ujian, kita masih bisa bersama kan?"

Jin Shilong berkata, "Kau tidak takut Bo Shangyuan datang mencarimu?"

Shen Teng segera menutup mulutnya.

Pada saat ini, Jiang Zhenshan tiba-tiba berkata dengan sedih. "Jika Gu Yu masuk ke kelas yang sama dengan Bo Shangyuan, teman satu meja Gu Yu pasti Bo Shangyuan ..."

Disisi lain, Jin Shilong tiba-tiba teringat sesuatu, dan matanya berbinar.

"Jika mereka berada di meja yang sama... Bukankah tidak ada yang perlu dikhawatirkan setelahnya?"

Ketika mendengar itu, Gu Yu juga memikirkannya.

Namun, apa yang muncul dalam pikiran Gu Yu hanyalah adegan Bo Shangyuan yang kejam memaksanya untuk menulis pekerjaan rumah.

Sebelumnya ketika masih satu meja dengan Jiang Zhenshan, dia bisa mengalihkan perhatian sesekali ketika mengikuti kelas. Namun jika itu Bo Shangyuan ... Dia khawatir jangankan mengalihkan perhatian, bicara sedikitpun akan tidak bisa.

Saat memikirkan ini, Gu Yu seketika pucat.

Mereka yang melihat ekspresinya tidak wajar, mau tak mau bertanya. "Ada apa?"

Gu Yu putus asa.

Meskipun tidak berbicara, ketiganya tiba-tiba kembali teringat fakta bahwa Bo Shangyuan telah memberinya kelas selama dua bulan liburan musim panas.

Mereka menepuk pundaknya lagi dengan ekspresi berat.

Setelah selesai mendaftar, Shen Teng memandang ketiga orang itu dengan tatapan gemerlap dan berkata, "Pergi ke rumahku untuk bermain game?"

Jiang Zhenshan menggelengkan kepalanya. "Maaf ... Aku tidak punya waktu hari ini. Besok adalah ujian simulasi. Aku harus pulang untuk meninjau. Apa bisa lain kali?"

Shen Teng menekan garis pandang ke dua orang yang tersisa.

Namun, dua lainnya entah sudah pergi ke mana.

Shen Teng bingung, berdiri di tempat yang sama dan melihat sekeliling.

Hei, kemana mereka???

Sisi lain.

Jin Shilong membawa Gu Yu ke sudut.

Dia benar-benar ingin tahu tentang hubungan Gu Yu dengan Bo Shangyuan sekarang, karena dalam dua bulan terakhir, Gu Yu tidak punya waktu untuk menyentuh ponsel, jadi perkembangan terkini hubungan keduanya, Jin Shilong benar-benar kudet.

Meskipun hubungan antara mereka berdua tidak ada kaitan dengan dirinya, tetapi Jin Shilong ... benar-benar ingin tahu.

Kalian tahu, Gu Yu dan Bo Shangyuan adalah pasangan paling serasi dan termanis di sekolah ini!

Jin Shilong menurunkan suaranya dan berbisik, "Bagaimana kau dengan Bo Shangyuan?"

Gu Yu berkedip dan bertanya-tanya. "Bagaimana apanya?"

Jin Shilong gregetan. "Hubungan! Kalian sudah sampai tahap mana?"

Sebelumnya dia percaya tentang gosip Bo Shangyuan dan Xie Yunyan berkencan karena Gu Yu menceritakan soal Bo Shangyuan yang membelikan hadiah ulang tahun, dan saat menjelang ujian terakhir beberapa waktu lalu, dia juga belum sempat bertanya tentang hal itu.

Dan sekarang meskipun masih tidak tahu apakah Xie Yunyan dan Bo Shangyuan benar-benar berkencan, tetapi dari fakta bahwa Gu Yu bersamanya selama dua bulan untuk membuat kelas, gosip itu 90% mungkin tidak benar.

Gu Yu tidak mengerti. "... Hubungan apa?"

Jin Shilong langsung ke inti. "Apa kalian sudah berkencan atau hanya teman?"

"Btw ... bukan teman."

Jin Shilong sadar.

Matanya berbinar, dan dengan wajah gosip bertanya. "Kau sudah menyatakan perasaanmu?"

Gu Yu berbisik, "... Belum."

Jin Shilong tidak bisa percaya. "Kau belum mengaku?"

Gu Yu menunduk dan perlahan berkata. "Tadinya ... aku sudah siap mengatakannya."

Jin Shilong tidak mengerti. "Tadinya?"

Gu Yu akan menjawab. Namun suara Bo Shangyuan tiba-tiba muncul dari belakang keduanya. "Apa yang kalian lakukan?"

Jin Shilong mendongak.

Gu Yu seketika berdiri, pura-pura tenang. "Tidak ada."

Bo Shangyuan melirik Jin Shilong sekilas.

Meskipun tidak mengatakan apa-apa, makna tidak senang tampak jelas dari pandangannya.

Dia kemudian beralih menatap Gu Yu. "Sudah selesai?"

"... um."

Bo Shangyuan berbalik dan berkata, "Pulang."

Gu Yu dengan patuh ikut melangkah pergi.

Jin Shilong perlahan berdiri dan melihat ke arah di mana keduanya pergi, dia dengan gembira memegangi wajahnya, dan batinnya menjerit antusias.

Ah, ah, ah, si tokoh utama pria memiliki hasrat yang kuat!

Sisi lain.

Gu Yu bergidik dan tiba-tiba bersin.
.
.

Keesokan harinya.

Ujian simulasi tiga hari dimulai.

Sebelum ujian, tiga orang menyemangati diri masing-masing.

Jiang Zhenshan, "Aku ... aku pasti akan mendapat nilai bagus!"

Jin Shilong, "Aku harap setidaknya bisa masuk ke kelas C!"

Shen Teng, "Aku harap Xiao Yu Yu masih di kelas yang sama denganku!"

Gu Yu, "..."
.
.

Pada saat bersamaan.

Suasana dikelas A begitu tenang dan tidak ada suasana tegang menjelang ujian dimulai.

Duan Lun bersandar di atas meja dengan santai dan bertanya pada Bo Shangyuan didepannya. "Bo kami yang tampan, kali ini masih masuk ke kelas A?"

Tanpa diduga, Bo Shangyuan merespon. "Tidak."

Duan Lun, "????"


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments