100. Berusaha lebih keras

Pada awal kampus dimulai, di luar pintu terus-menerus terdengar ketukan yang menjengkelkan, Guo Zhi beranjak dari selimut, mengenakan mantel, menggosokkan mata sambil berjalan ke pintu. Selain dirinya, tidak ada yang pernah berkunjung kesini. Siapa yang akan datang pagi-pagi untuk mengetuk pintu, apakah itu girl?

“Girl! Kau ada di sini!” Dia membuka pintu dan menjerit bahagia. Ternyata Hua Guyu yang berdiri di depan pintu, dia menatap ke belakang Guo Zhi. “Apa Dan Ju datang?! Di mana?! Sudah kubilang, ketampananku adalah candu, dia pasti kecanduan, dan meninggalkan pria yang lebih buruk dariku itu dan datang padaku” Hua Guyu tampak lebih bersemangat dari Guo Zhi.

“Hua er, aku kira kau girl.” Guo Zhi membiarkan Hua Guyu masuk.

“Apa, itu membuatku cerah dan bahagia untuk sementara waktu.” Setelahnya, Hua Guyu segera menampakkan wajah menyesal, ekspresi yang jarang dia tampakkan di wajahnya yang narsis, dia menempelkan kedua telapak tangan. “Maaf, Guo Zhi, itu semua salahku, jika aku tidak membiarkan ibuku tahu, keluargamu tidak akan mengetahuinya. Aku sangat menyesal!”

“Tidak apa-apa, bagaimanapun, itu akan ketahuan cepat atau lambat, dan lagipula, bagaimana mungkin itu salahmu, Hua er tidak melakukan apa pun untuk menyakitiku, kau tidak perlu minta maaf.” Guo Zhi berkata dengan riang, ia melihat Hua Guyu sedang membawa barang milik Shi Xi, seperti keluarga tuan rumah, “Kau sangat baik, bahkan juga membawa laptop dan ponsel Shi Xi.”

Hua Guyu terkejut, walaupun dia tidak berpikir dengan karakter Guo Zhi, dia akan dimarahi, tetapi hal yang terjadi kemarin, Guo Zhi harusnya depresi hari ini dan ingin menggantung diri, itu baru masuk akal.

“Apa orang tuamu setuju?” Dia bertanya, Guo Zhi menggelengkan kepalanya, Hua Guyu melihat ke atas dan ke bawah lalu menyentuh dagunya. “Berarti hanya ada satu penjelasan, kau memiliki gangguan mental dalam keadaan gila.”

“Aku mencoba membuat diriku bahagia! Shi Xi sudah mencerahkanku semalam, aku tidak bisa menyerah disini.” Guo Zhi penuh retorika, tetapi Hua Guyu hanya mendengar satu kata. “Shi Xi mencerahkanmu tadi malam? Ternyata kau adalah tipe orang yang akan menjadi lebih baik ketika sudah ditusuk.” Dia sampai pada kesimpulannya sendiri, Guo Zhi hampir tidak menahan diri untuk mencubitnya. “Kenapa kau harus memiliki pemahaman yang jahat seperti itu! Pencerahan yang kumaksud secara verbal!”

“Kau benar, karaktermu adalah monster dalam arti tertentu.” Hua Guyu menghela nafas lega.

“Kalian berdua bicara diluar.” Teriakan Hua Guyu dan Guo Zhi akhirnya menganggu Shi Xi yang masih tidur. Hua Guyu melipat tangannya, “Shi Xi masih marah, kan?”

“Tidak, Shi Xi punya tempramen yang baik, dia tidak akan marah padamu. Benarkan, Shi Xi?” Keduanya memandang Shi Xi yang tetap memejamkan mata, tidak bergerak, sepertinya tidak mau bicara dengan keduanya.

“Kau lihat dia marah padaku!” Teriak Hua Guyu.

“Dia tidak!” Guo Zhi juga berteriak.

Entah kedua orang ini sengaja menganggu tidur Shi Xi atau apa. Shi Xi menutupi kepala dengan selimut, Hua Guyu semakin menjerit. “Kau bilang dia tidak marah. Dia bahkan tidak ingin mendengarkanku. Aku tidak bermaksud.”

“Dia kedinginan, dia ingin tidur, dia tidak marah!” Guo Zhi benar-benar berani, dia menyibak selimut Shi Xi dan berkata dengan percaya diri. “Kau bilang ya, Shi Xi, Hua er akan mengira kau pelit.” Akhirnya, Shi Xi membuka mata, ia duduk dengan suram memandang kedua pria itu, ia menyentuh leher belakang, dan menggerakkan lehernya. Hua Guyu menempel di dinding, menunjuk ke arah Shi Xi sambil mengeluh pada Guo Zhi, “Di mana wajahnya yang mengatakan tiga kata dengan temperamen yang baik?”

“Dia, dia memiliki temperamen yang baik.” Guo Zhi berkata seperti itu, namun secara insting ia mengambil langkah mundur. Shi Xi berdiri, Guo Zhi tidak punya waktu untuk tersenyum, kepalanya sudah ditekan ke dalam selimut, “Melihat penampilan menyedihkanmu kemarin, aku membiarkanmu istirahat. Ternyata kau sudah bersenang-senang?” Guo Zhi menggelepak seperti ikan yang keluar dari air. “Aku masih sedih, belum sepenuhnya pulih.”

“Kalau begitu aku akan membantumu.” Shi Xi menambah kekuatannya, Hua Guyu diam-diam menggerakkan tangannya ke gagang pintu, dengan mata yang masih memperhatikan setiap gerakan Shi Xi, dia bukan manusia! Kemarin Guo Zhi mengalami hal yang mengerikan, dan hari ini dia sama sekali tidak lembut. Karena itu, siapa suruh kalian memprovokasinya.

“Mau lari?” Shi Xi melepaskan Guo Zhi, Guo Zhi mendongak dari atas selimut dan megap-megap. Ia melihat Shi Xi yang akan pergi ke Hua Guyu. Ia memainkan semangat pengorbanan dan melompat ke punggung Shi Xi, menjeratnya erat. “Hua er pergi! Aku membantumu memblok!” Hua Guyu begitu tersentuh, dengan wajah penuh haru melihat Guo Zhi, “Teman, aku tidak akan melupakan apa yang kau lakukan untuk negara hari ini!” Dengan itu, dia mengangkat tangannya, bergegas dan serius memberi Guo Zhi salam hormat, kemudian menyelinap pergi.

“Apa kau sudah cukup bersenang-senang?” Tanya Shi Xi dengan dingin tentang fakta Guo Zhi masih menempel dipunggungnya. Guo Zhi menggelengkan kepalanya kuat dan menyembunyikan wajahnya di leher Shi Xi, menolak untuk turun. “Maukah kau bermain sebentar?” Shi Xi tidak memperhatikan kata-kata itu, dia membuangnya di tempat tidur, “Jangan berlama-lama, mulai kuliah hari ini, cepat!”

“Kau juga!”

Guo Zhi dengan cepat membasuh wajahnya, sementara menunggu Shi Xi, ia membantu mengatur barang-barang yang dibawa Hua Guyu, dan menemukan ada dua tiket untuk Grand Theatre. Ia dengan senang bergegas mendekati Shi Xi yang sedang menggosok gigi. “Hua er mengirimi kita dua tiket film, dia benar-benar teman baikku, dia sangat baik padaku.” Setelahnya ia memperhatikan isi tiket dengan hati-hati, itu adalah thriller musikal, mengapa ia mengirim ini? Guo Zhi tidak terlalu tertarik dengan film thriller. Ia kembali menatap Shi Xi sambil meratakan mulutnya dan memasukkan tiket ke dalam saku celana Shi Xi. “Apa ini, dibandingkan denganku, Hua er jelas-jelas lebih condong padamu, aku sangat baik padanya, tapi kau begitu buruk padanya, aku tidak bisa mengerti kenapa!”

Shi Xi menyesap mulutnya dan mengeluarkan busa, menyeka pasta gigi di bibirnya dengan jari-jarinya dan menggosokkannya ke pakaian Guo Zhi, “Aku tidak baik padamu, kenapa kau menyukaiku?”

“Hei! Kau baik padaku!” Ini bukan kata omong kosong, entah, setidaknya Guo Zhi tidak berpikir begitu.
.
.

Suasana kampus kembali hidup, Guo Zhi berdiri di lantai bawah gedung fakultasnya. Ia memberikan senyum aneh pada Shi Xi. “Kalau begitu aku pergi duluan.” Shi Xi tidak berbicara, tangannya terulur untuk menarik kerah pakaian Guo Zhi, menutupi tanda-tanda merah yang membekas di tubuhnya kemarin, jari-jarinya menyentuh kulit leher belakang, dingin, gatal.

“Pergilah.”

“Baik.”

Guo Zhi masuk ke gedung fakultas, ia meremas pakaian di dadanya. Setelah ini, coba untuk membuat dirinya lebih bahagia. Coba untuk membuat orang tuanya melihat pilihannya Itu benar, coba untuk membuat orangtuanya menerimanya dan Shi Xi. Mari berusaha lebih keras!

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments