1. Touch the Thigh Story

Judul: 理想的大腿 ( Lǐxiǎng de dàtuǐ )
Penulis: 萧纯 ( Xiao Chun )
Length: 36 Chapter
Genre: Office love, romance, yaoi
Bahasa asli: China
Status: Tamat
Translated by Chocosalty


.


Seorang pemuda yang tak sengaja menyentuh paha bos barunya di bus perusahaan, dan akhirnya menjadi kekasih si bos.

Shou yang mudah di bodohi x Gong Mr. Perfect bermuka dua.

Shou: Li Xiang
Gong: Xiu Kai


••••••••••••


CHAPTER 1

Li Xiang tidak pernah berpikir bahwa suatu hari, dia akan menjadi bahan gosip semua orang sebagai pria cabul, dan orang yang menjadi korbannya bukan lawan jenis.

Belum beberapa hari setelah kejadian itu, masalah itu sudah menyebar, dan itu menjadi topik bagi semua orang disaat waktu luang. Orang-orang di departemennya, satu per satu, bahkan sampai departemen sebelah.

Untungnya, Li Xiang bekerja di sebuah perusahaan besar, walaupun dua departemen tahu, hanya sedikit persentase yang terlibat, jika tidak, bagian personalia akan memanggilnya dan membicarakan hal ini.

Li Xiang bekerja di perusahaan H yang cukup terkenal, dan jumlah karyawannya melebihi empat digit. Ngomong-ngomong tentang produk perusahaan H, orang mungkin akan memikirkannya sebentar. Satu kata terakhir sudah familiar, tetapi tidak bisa ingat; Namun jika berbicara tentang bus antar-jemput perusahaan H, semua orang akan tiba-tiba mengangguk dan bergumam, 'Oh, ternyata itu, aku tahu!'

Ya, reputasi perusahaan H adalah bus antar-jemput, total 30 kendaraan dan tersebar di seluruh kota S. Setiap kali bepergian, bisa melihat bus tersebut dengan warna merah cerah bergambar logo perusahaan H. Warna merah kelas atas, bus baru, pekerja kerah putih yang penuh sesak terlihat di bus dari jendela yang kotor, menjadi dambaan penghuni kota, perusahaan H tentu saja memberikan citra yang baik.

Pada saat itu, Li Xiang yang juga menyaksikan bus indah H meneteskan air liur, dan kemudian dia memasuki perusahaan. Ketika dia menginjakkan kaki di shuttle bus, citra perusahaan H di hatinya hancur. Bus yang terlihat sangat asing, tetapi sayangnya, jajaran kursi penuh sesak, celahnya sangat kecil. Tingginya 175cm dan ketika dia duduk, kakinya terjepit, dan lututnya menekuk dibagian belakang orang didepan. Dengan cara yang sama, ia sering merasa punggungnya disentuh lutut orang lain. Kursi itu keras, dan tidak ada kenyamanan. Jika kursi disesuaikan sedikit kebelakang, lebih mudah untuk menyentuh lutut orang di belakangnya. Tidak mengherankan bahwa meskipun ada tiga puluh bus, bagaimanapun, bisa mengangkut dua ribu orang, satu bus begitu kecil, orang yang naik begitu banyak, pasti sangat berdesakan.

Sial, lebih baik bus kota!

Baiklah, walau tidak senyaman bus kota, setidaknya dia masih bisa duduk, berpikir begitu, Li Xiang merasa seimbang.

Dan insiden "pria cabul" itu juga terjadi di bus antar-jemput. Hari itu pada saat jam kerja berakhir, Li Xiang tidak terburu-buru menaiki bus dan hanya menemukan kursi kosong di koridor. Dia secara acak memilih satu untuk duduk, kemudian mulai mengotak-atik ponselnya dan membalas semua pesan, bus pun melaju. Disaat Li Xiang mulai memejamkan matanya dan kesadarannya mulai menipis, dia merasa sandaran lengan di sisi kursi hari ini sangat nyaman.

Li Xiang naik bus no. 2, yang dikenal juga sebagai bus antar-jemput barbar. Sopirnya adalah lelaki setengah baya yang kurus dan kecil dengan dua kantong mata diwajahnya. Ketika dia berbicara dengan orang-orang, matanya menghindar, gagap, dan suaranya pelan. Tapi ketika dia mengemudi, antusiasmenya seperti api, membakar seluruh jalan ... Si supir suka menyalip mobil dan memotong jalan, sering menginjak pedal gas dengan rem mendadak. Melaju kencang dan kemudian rem mendadak, dibawah inersia, itu terasa seperti sedang naik kereta kuda.

Tepat ketika rem mendadak, Li Xiang merasa pegangan ditangannya terlepas, benar-benar bergerak? Li Xiang meremas pegangan itu dengan keras tanpa membuka matanya. Tidak butuh waktu lama, pegangan itu bergerak lagi.

Semakin memikirkannya, semakin aneh itu. Bagaimana mungkin? Apa dia berhalusinasi dalam tidurnya, atau apakah sandaran tangannya rusak?

Di satu sisi kecurigaan, tangan Li Xiang tidak berhenti, dia menyentuh lagi pegangan itu dan akhirnya tidak bergerak. Hei, hari ini sandaran tangan terasa sangat nyaman dari sebelumnya! Dari bentuk dan ketika disentuh, bahannya lembut ... Bagaimana sedikit panas?

Tiba-tiba, sandaran tangan bergerak cepat! Li Xiang terkejut dan membuka matanya lalu melihat ke samping, sandaran tangan hitam masih disampingnya! Tidak bergerak ...

What the??? Lalu apa yang dia sentuh?

Li Xiang menunduk perlahan dan menatap lengannya -

Tangannya di atas celana jas abu-abu gelap, di atas paha ... um ... posisi dalam ... otak Li Xiang berdengung, lalu perlahan-lahan dia mengangkat kepalanya...

Pemilik celana jas itu memandang dirinya dengan suram, dan Li Xiang bahkan merasakan embun beku di matanya.

"Oh damn!" Li Xiang mengumpat sambil menarik kembali tangannya dengan cepat, lalu berbalik.

Setelah sekitar satu menit, Li Xiang mendapati bahwa dia tidak melakukan hal yang benar. Jelas, dia menyentuh paha orang lain. Seharusnya orang itulah yang marah. Bagaimana hasilnya dia yang berteriak dan berbalik? Sepertinya dia bahkan tidak mengatakan sepatah kata pun. Memikirkannya, Li Xiang merasa malu. Dia harus minta maaf, dan menjelaskan dengan jelas bahwa dia telah salah mengira memegang sandaran tangan yang ternyata paha pihak lain. Itu benar-benar tidak disengaja.

Tetapi ketika Li Xiang berbalik, kata-kata itu tertahan dimulutnya. Mata pria itu dingin, seperti menghujam panah es, menakuti Li Xiang dan kembali berbalik ke posisinya semula, tidak mengatakan sepatah kata pun. Li Xiang hanya melirik dan akhirnya melihat jelas penampilan pria itu.

Pria itu mengenakan satu set jas abu-abu gelap. Li Xiang tidak memahami merek itu, tetapi dia bisa melihat bahwa jas itu sangat bernilai. Pemilik jas itu benar-benar good-looking, kulit putih, fitur wajah tiga dimensi, dan soket mata yang dalam mirip dengan model fashion dalam iklan. Dijelaskan dengan dua kata: sangat mahal, dengan tiga kata: kaya, tinggi dan tampan.

Si kaya dan tampan ini hanya memandang Li Xiang dengan ekspresi kosong, fitur wajah tampannya hanya membuat orang berbalik kedinginan.

Li Xiang melihat dirinya sendiri yang mengenakan sweter katun abu-abu, celana jeans putih, dan sepatu kets ... Perbedaan besar ini membuat mereka berdua terpaut jauh. Li Xiang tidak pernah berteman dengan orang-orang seperti itu, dia tidak tahu untuk sementara waktu cara untuk mengeluarkan suara, lalu mengubah kata-kata yang ingin meminta maaf menjadi air liur dan menelannya.

Bagaimanapun, Li Xiang tidak begitu etis, jadi dia tertidur lagi setelah lima menit dalam penyesalan. Ketika turun dari bus, dia sudah lupa tentang menyentuh paha pria setelan itu.

"Li Xiang, kau sangat bersemangat hari ini!" Suara Vivian datang dari belakang.

Vivian dan Li Xiang turun di shuttle stasiun yang sama, dan kebetulan, mereka juga bekerja di departemen yang sama. Li Xiang adalah sales kecil di Divisi Kimia, dan Vivian adalah sekretaris Direktur Penjualan. Baru saja, Li Xiang terbangun dan keluar dari bus. Vivian mengikutinya dan berbicara dengannya setelah bus antar-jemput pergi.

"Ha?" Li Xiang tidak mengerti dari mana kata itu berasal.

Vivian terkekeh dan berkata, "Aku biasanya melihatmu begitu lemot, aku tidak menyangka, seleramu hardcore!"

Li Xiang hanya menatapnya, matanya bening dan tampak polos.

"Apakah paha pria tampan itu sangat nyaman?"

Li Xiang memikirkan apa yang dikatakan Vivian, wajahnya langsung memerah. "Itu, aku tidak bersungguh-sungguh. Aku tertidur dan berpikir itu sandaran tangan dari kursi ..."

"Aku melihatmu seperti sengaja, sandaran lengan itu keras, kakinya tidak, kau tidak bisa membedakannya? Aku melihat semuanya dari belakang. Kau menyentuh paha pria tampan itu, pria tampan itu menghindar beberapa kali dan kau terus menyentuhnya dengan semangat ~"

"Aku tidak berpikir kalau pegangan itu akan aneh, jadi aku menyentuhnya dua kali ..."

Vivian terkekeh. "Pria tampan itu entah di mana sakralnya. Kenapa dia terlihat sangat tampan! Pertama kali aku melihat orang yang tampan di perusahaan, dan tidak menyangka pahanya disentuh olehmu! Kupikir pria tampan itu sangat ketakutan, bagaimana kalau dia pergi ke bagian personalia dan melaporkanmu tentang pelecehan? Tidak terlalu takut untuk naik bus! Ini pertama kalinya pria tampan naik shuttle bus kita ..."

Selanjutnya, Li Xiang tidak mendengarkan apa yang dikatakan Vivian, karena pikirannya terus bersiul: pergi ke personalia untuk melaporkannya, melaporkannya atas melecehkan, melecehkan, melecehkan ...
Ah! Jika dipecat ... Dia akan kehilangan muka, dan bonus di akhir tahunnya akan lenyap. Ini terlalu!
.
.

Keesokan harinya di tempat kerja, Li Xiang menunggu kabar dari personalia dengan gentar. Hasilnya, personalia tampak tenang, tetapi isu dirinya yang menyentuh paha telah menyebar ke seluruh departemen.

Li Xiang mengubur dirinya di depan komputer, membuka aplikasi obrolan internal, dan mengklik gambar Vivian.

[ Bagaimana bisa kau keluyuran dan bicara omong kosong ah! ]

[ Apa? Apa yang kau katakan? ]

[ Menyentuh paha ... ]

[ Oh~ aku hanya memberi tahu Wu Ting, aku menyuruhnya untuk merahasiakannya, dia memiliki mulut yang besar! ]

[ ... ]

[ Ada apa? ]

[ Lupakan, pria sejati berani menghadapi konsekuensinya. ]

[ Ya, kau berani menyentuh paha orang, bagaimana mungkin kau bisa takut pada omongan orang lain? ]

[ ... ]
.
.

Bagian personalia tidak mencari Li Xiang, tampaknya orang itu tidak menganggapnya sebagai pelecehan. Juga, mereka berdua pria dewasa, hanya menyentuh paha secara tidak sengaja itu bukan masalah!

Namun, kata Vivian sedikit benar, pria tampan itu benar-benar tidak muncul di bus. Li Xiang mulai bertanya-tanya apakah dia benar-benar membuatnya takut.

Segera setelah itu, Li Xiang menerima email pengunduran diri dari bos. Bos Li Xiang, Bos Ji, adalah pria paruh baya dengan perut besar. Dia selalu tersenyum dan sering tertawa dengan semua orang. Ini adalah kepribadian penjualan yang khas. Bahkan, pikirkan tentang hal itu, bos ji tidak memberikan upah tambahan, tetapi dia sangat baik.

Ketika Li Xiang membaca email pengunduran diri Ji Lao, pengingat email lain datang. Li Xiang membukanya. Email yang dikirim oleh Vivian. Dia menggunakan font besar setidaknya 20 ukuran, dan warna merah tebal:

[ Kau bisa menulis surat pengunduran diri! ]

Li Xiang membeku sejenak, meskipun bos Ji sangat baik, Li Xiang tidak mungkin mengikutinya.

Scroll ke bawah, dia melihat:

[ Apa kau tahu siapa yang akan mengambil alih posisi Ji Lao? Aku baru saja menerima informasi bos baru ... Itu paha! Aku melihat fotonya, sudah pasti orang itu yang kau sentuh paha-nya! ]


Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments