1. Tidak kenal

Judul : 我才不会和校草谈恋爱
Penulis Asli : 月千重 ( Yue Qian Zhong )
Length : 120 Chapter
Genre : Sweet Love, School Love Life, Yaoi
Bahasa Asli : China
Status Novel : Tamat
Translated by Chocosalty

🌸

Karena sudah terbiasa dikecam / dikritik oleh ibunya sejak kecil, penampilan luar Gu Yu sangat baik namun inferioritas Gu Yu tidak baik. Karakter Gu Yu suram, dia tidak suka tertawa, dia benci orang-orang dengan nilai bagus. Siapa sangka suatu hari, tetangga baru pindah disebelah apartemen keluarganya. Bo Shangyuan tinggi dan tampan, dan nilainya bagus, semuanya lebih baik darinya, dan bahkan sekolah yang sama dengan Gu Yu. Yang paling menyebalkan adalah ibunya selalu memaksanya untuk pergi dan berteman dengan Bo Shangyuan.

Novel ini alurnya lambat dan perlahan berkembang. Perasaan protagonis sejak awal tidak saling mempedulikan, dan kemudian mereka saling menyukai, dan akhirnya bersama.

🌼🌼🌼

CHAPTER 1

Ada tetangga baru yang pindah hari ini.
Ibunya cantik, anaknya tinggi dan tampan, dan keluarga mereka kaya. Gu Yu belum pernah melihat mereka. Ini hanya yang didengar Gu Yu dari mulut ibunya.

Ibu Gu pergi ke rumah tetangga baru selama setengah jam di pagi hari. Setelah kembali, dia bicara tanpa henti mengenai tetangga baru yang pindah di sebelah.

"Ibu dan anak di sebelah, ibunya cantik dan modis, putranya tinggi dan tampan, dan keluarga mereka kaya!"

"Karpet mereka semuanya bernilai ratusan ribu! Seluruh perabot keluarga kita jika ditambah tidak bisa menandingi harga karpet itu!"

"Anak di keluarganya juga memiliki nilai bagus, cerdas dan sopan. Ini disebut apa ah? Kau lihat anak kita, tak sebanding dengannya! Mereka sama-sama baru lulus SMP, dan seusia, bagaimana perbedaannya begitu besar?"

"Dia hanya diam sepanjang hari, seperti orang bisu dan tidak suka tersenyum. Ketika orang-orang tertawa, dia hanya berdiri dengan wajah kaku. Entah siapa yang berutang uang padanya."

Setiap kali ibunya membahasnya, dia akan berbicara tentang kepribadian Gu Yu.
Di pagi hari, kata-kata ini, Gu Yu mendengarkan setidaknya lima kali.

Itu sudah seperti beban yang harus pikul Gu Yu.

Dulu, Gu Yu selalu dibandingkan dengan penghuni dilantai bawah.

'Meskipun penghuni lantai bawah karakternya tidak baik, tetapi nilainya bagus.'

Kemudian membandingkan dengan tiga penghuni di lantai enam.

'Meskipun nilai tiga penghuni dilantai enam tidak bagus, tetapi karakter mereka ceria.'

Akhirnya, membandingkan dengan kerabat jauh.

'Anak dari kerabat jauh, meskipun nilainya tidak bagus, lebih memberontak di rumah, tetapi lebih tinggi dari Gu Yu, lebih tampan dari Gu Yu, dan disekolah sangat populer.'

Dengan kedatangan tetangga baru itu, ia hanya akan dibandingkan.

Karena tetangga baru itu tinggi dan tampan, nilai bagus, populer, dan sopan.
Gu Yu tidak percaya.

Dia sudah bersekolah selama bertahun-tahun dan tidak pernah melihat orang seperti itu.

Yang ada, tinggi dan tampan, tetapi nilai tidak bagus.

Atau, nilai bagus tapi tidak populer juga tidak patuh dan sopan.

Gu Yu tidak percaya, Ibu Gu masih terus membahas anak tetangga sebelah tentang betapa patuh dan cerdas, semuanya lebih baik daripada Gu Yu.

Gu Yu kesal, ia berdiri dan bersiap untuk turun.

Ketika Gu Yu kesal, dia akan turun dan membiarkan dirinya sendiri, diam dan sunyi.

Ketika ia mendengar ibunya mengatakan dia tidak sebaik yang lain, Gu Yu merasa malu dan sedih, tetapi setelah sekian lama, Gu Yu hanya merasa kesal. Dikritik setiap saat.

Dia memiliki nilai buruk, tidak cerdas, tidak suka berbicara.

Beberapa kata ini telah diulang selama enam belas tahun.

Menjadi beban di punggungnya.
Gu Yu mengambil ponsel dan pergi turun.
.
.

Setelah turun, akhirnya telinga Gu Yu tenang. Tidak ada lagi bahasan tetangga baru dipendengarannya, dan tidak ada lagi ocehan. Gu Yu menatap langit biru di atas kepalanya, dan suasana hatinya jauh lebih baik.

Kemudian, Gu Yu menemukan sudut terpencil untuk duduk, dan berencana untuk pulang pada malam hari ketika dia akan makan.

Begitu duduk, ponselnya berdering. Gu Yu menatap ponselnya dan tentu saja itu adalah Shen Teng.

Hanya Shen Teng saja yang akan menghubunginya. Dia adalah teman Gu Yu satu-satunya.

Gu Yu tidak suka tersenyum, tidak suka bicara, pribadinya jauh lebih suram, jadi selama tiga tahun masa SMP, hanya Shen Teng yang menjadi temannya.

Karena Shen Teng adalah teman sebangkunya jadi secara alami keduanya berteman. Terlebih lagi, tidak untuk satu tahun, melainkan tiga tahun.

Di meja yang sama selama tiga tahun, keduanya duduk bersama, berdekatan, dan menghabiskan waktu lama bersama, tentu saja mereka menjadi teman.

Sungguh aneh mengatakannya.

Entah karena guru melihat bahwa mereka berdua sangat menyenangkan mata. Ketika siswa lain terus-menerus duduk dibangku berbeda, mereka berdua secara ajaib selalu di meja yang sama, dan mereka berada di meja yang sama selama tiga tahun.
Gu Yu memandang layar ponsel.

Ini adalah pesan WeChat.

[ Xiao* Yu~ Apa yang kau lakukan di rumah? ]

*Panggilan akrab untuk nickname

[ Aku bosan di rumah sendirian. ]

[ Aku ingin bermain game, tapi aku tidak bisa mengalahkan lagi 💔 ]

Gu Yu membuka WeChat dan mulai membalas.

Karena hanya Shen Teng teman Gu Yu, jadi temannya di WeChat pun hanya dia saja.

Oh tidak, ada satu lagi.

Tim WeChat.

Adapun kenapa dia tidak menambahkan ibunya sebagai teman...

Menjengkelkan terus mengomel di rumah setiap hari, dan Gu Yu tidak ingin diomeli lagi di WeChat.

[ Bengong didepan rumah. ]

Setelah Gu Yu balas, Shen Teng seketika bersemangat.

Shen Teng langsung menjawab lima chat.
[ Big Bro! Apa kau mau datang ke rumahku?!! ]

[ Datanglah ke rumahku untuk bermain game! ]

[ Ada makanan ringan, ada AC dan buah-buahan, apapun! Ketika Big Bro datang, aku akan membelikan apapun yang Big Bro ingin makan. ]

[ Datang! datang! datang! ]

[ 🙏 ]

Gu Yu melihat isi pesannya dan tidak ragu untuk membalas.

[ Tidak. ]

[ Aku akan kembali keatas setelah duduk sebentar. ]

Seperti yang dikatakan Gu Yu, nilainya tidak bagus, dia biasa saja, emosinya membosankan dan suram, dia tidak suka bicara, dia tidak sebagus yang lain ...
Tetapi dalam permainan, Gu Yu sangat berbakat.

Tidak masalah seberapa sulit gamenya, tidak ada sulit untuknya.

Bahkan jika sulit untuk memulai pada awalnya, tidak butuh waktu lama bagi Gu Yu untuk mengulang lagi dan kemudian melewatinya dengan lancar.

Namun sebenarnya ...

Gu Yu tidak pernah memainkan game.

Bertentangan dengan Gu Yu.
Shen Teng adalah orang yang bisa dengan cepat dan terus menerus GG* dalam bermain.

GG* - Good Game istilah permainan bagus.

Oleh karena itu, dalam hal ini, sebagai sesama crazy gamers, Gu Yu tidak iri hati.
Berpikir akan menyenangkan bagi Gu Yu. Namun, Gu Yu merasa tidak ada yang baik.

Seperti dia, nilai tidak bagus, selalu buruk, belum populer?

Shen Teng segera membalas chat itu.

Itu adalah rentetan chat lain yang dibom bersama.

[ QAQ ]

[ Big Bro, kau kejam ]

[ Aku ingin putus denganmu! ]

[ YingYingYing*, kau sudah tidak mencintaiku lagi! ]

*mengekspresikan ngambek

Sudut mata Gu Yu berkedut membaca isi chat itu.

Emosi Guyu relatif diam dan tenang.

Tenang sampai Gu Yu menampakkan emotikon (⇀‸↼‶) yang tidak pernah ia gunakan saat chat.

Dan Shen Teng adalah kebalikan dari Gu Yu, terutama saat mengakhiri chat.

Watak keduanya benar-benar berlawanan.
Jika bukan karena keduanya telah berada di meja yang sama selama tiga tahun, keduanya tidak akan pernah menjadi teman karena temperamen yang sangat berbeda.

[ ...... ]

[ Ponsel tidak terhubung ke Internet. ]

[ Oh, ya? ]

[ Apa kau akan datang? 😳 ]

[ Hm. ]

[ Aku mengundangmu untuk bermain game. ]

[ Aku punya kamar yang bagus, aku menunggumu di room~ ]

[ Hm. ]
.
.

Langit semakin gelap.

Gu Yu dan Shen Teng memainkan game sepanjang sore.

Ketika Gu Yu pergi tadi, ponselnya masih memiliki daya 90%, sekarang hanya 10% yang tersisa.

Gu Yu melihat jam diponselnya, keluar dari game dan berdiri.

[ Sudah larut, aku kembali. ]

[ Oke ~ ]

[ Kembalilah lain kali. ]

[ ❤ ]

Gu Yu menyimpan ponselnya dan berjalan kembali, siap untuk naik lift ke atas.

Karena berada di daerah perkotaan, lantai di mana keluarga Gu Yu berada relatif tinggi, dan setiap bangunan pada dasarnya dilengkapi dengan lift.

Dan karena lantainya terlalu tinggi, setiap kali ia menunggu lift, ia harus menunggu setidaknya beberapa menit.

Gu Yu  berdiri di lantai bawah menunggu lift dan tiba-tiba merasakan seseorang berdiri di belakangnya.

Gu Yu berbalik dan melihat ke belakang. Wajah tampan dan acuh tak acuh langsung terlihat.

Orang itu berdiri diam di tempat yang sama, acuh tak acuh dan terasing.

Gu Yu melihat ke belakang dan mengambil kembali pandangannya.

Gu Yu berpikir, mengapa dia tidak pernah melihatnya? Apakah itu penghuni yang baru pindah?

Tapi selain dari sebelah rumahnya, tampaknya tidak ada orang lain yang pindah belakangan ini.

Apa dia datang untuk mencari teman?

Ketika memikirkan keraguan, lift datang.
Gu Yu melangkah ke lift dan hendak menjangkau lantai lift. Orang di belakangnya dengan cepat mengambil satu langkah masuk lebih dulu dan langsung menekan tombol lift. Gu Yu melihat nomor yang menyala pada tombol lift dan tubuhnya kaku.

Gu Yu perlahan berbalik dan melihat ke belakang, memandang pria itu.

Pria tanpa ekspresi itu menekan tombol 17. Keluarga Gu Yu juga dilantai 17.

Gu Yu diam-diam menatap pria itu selama beberapa detik, perlahan-lahan menarik pandangannya. Gu Yu menarik sudut mulutnya, tidak ada senyum di wajahnya.
Gu Yu berpikir bahwa ibunya melebih-lebihkan... ternyata tidak.

Pria itu memang tinggi dan tampan. Dia memang lebih baik dari pada Gu Yu.
Setelah beberapa detik, pintu lift terbuka lagi dengan satu klik.

Pintu lift perlahan terbuka, Gu Yu mendongak, dan tampak Ibu Gu langsung tercermin ke mata Gu Yu.

Gu Yu menunduk.

Berniat pergi ke lantai bawah, Ibu Gu melihat dua orang di lift ekspresinya terkejut, "Ah, Gu Yu, kau kenal Shangyuan?"

"Tidak." Jawab Gu Yu pasti.

Untuk jawaban Gu Yu, Ibu Gu tidak terkejut. Jika Gu Yu mengatakan bahwa dia kenal, Ibu Gu akan terkejut.

Ibu Gu tiba-tiba membuka suara, "Aku katakan, Shangyuan memiliki nilai bagus dan sangat populer. Tidak sepertimu, nilai buruk, pendiam..."

Gu Yu langsung menyela. "Aku kembali duluan."

Selesai, berbalik dan pergi.

Gu Yu berbalik tanpa ragu, dan ekspresi Gu Mu yang tertinggal tidak bisa menahan rasa sedikit malu, "Gu Yu tidak pernah sopan, dan aku tidak tahu siapa yang bersamaku ..."

Ketika Ibu Gu mengomel, dia akan bicara tanpa henti. "Akan lebih bagus jika Gu Yu sesopan dan secerdas kau, betapa bahagianya aku. Sudah tidak patuh dan sopan, nilainya bahkan buruk. Anak-anak lain tidak ada yang sama seperti dia. Seandainya dia bisa ditukar denganmu maka ... "

Shangyuan menyela dengan wajah datar. "Bibi, sedang apa disini?"

Ibu Gu mengerjap dan berpikir sejenak, tadi dia bersiap turun untuk mengambil barang-barang, namun melihat Gu Yu yang tidak sopan membuatnya lupa.

Ibu Gu memandangi Shangyuan yang sudah dia biarkan telah berdiri begitu lama hanya untuk mendengar omelannya membuatnya merasa malu.

Dirumah saja dia bisa lupa berhenti mengoceh, bagaimana diluar....
"Astaga, maaf, Bibi baru saja bicara sedikit tidak hati-hati. Kau kembalilah."

Shangyuan pamit dengan sopan, lalu berbalik dan pergi.

Ibu Gu berdiri di tempat yang sama dan memperhatikan Shangyuan.

Mengapa putra keluarga orang lain sopan dan cerdas, dan putranya adalah kebalikannya?

Ibu Gu menjadi lebih marah. Dia turun mengambil barang dan membawanya pulang melihat Gu Yu yang sedang duduk di ruang tamu.

"Lihatlah Shangyuan di sebelah, sopan dan patuh, nilainya juga bagus, kau tidak bisa belajar dari orang lain? lihat dirimu, yang mana lebih baik daripada yang lain?"

Gu Yu yang hanya diam dan acuh membuat Ibu Gu semakin marah.

"Aku bicara dari tadi dan kau tidak menjawab? Apa kau bisu?"

Gu Yu masih tidak menanggapi.

Ibu Gu melihat Gu Yu masih tidak menanggapi, hampir meledak.

Ibu Gu bersiap untuk membentak namun suara samar ayah yang ada di samping menyela, "Ibu Gu, sudah waktunya untuk memasak makan malam."

Ibu Gu memandang Ayah Gu, "Makan dan makan, yang kau tahu hanya makan saja setiap hari!" Berkata begitu, tetapi tetap berbalik ke dapur.

Telinga Gu Yu akhirnya hening, ia menatap layar TV dan tampak tenang.

Sepertinya memang benar. Ia tidak sebaik yang lain.

Dia mengakui.

Jadi dia tidak punya apa-apa untuk dikatakan.
.
.

Ketika makan di malam hari, Ibu Gu tiba-tiba memikirkan sesuatu lalu menoleh untuk bertanya, "Gu Yu, kau tampaknya mulai sekolah dalam tiga hari bukan?"

Gu Yu diam selama dua detik, "Hm."

Ibu Gu melanjutkan, "Di sebelah rumah juga tingkat pertama tahun ini. Ketika kau pergi ke sekolah untuk mendaftar, ingatlah untuk mengajak Shangyuan bersama. Kalian bisa saling berteman."

Gu Yu tidak berbicara.

Ibu Gu terus berkata, "Ketika kau mengajaknya, ingatlah untuk bersikap sopan. Jangan membuat wajah seperti ini sepanjang hari, itu kesan yang buruk. Kau lihat dia lalu bandingkan denganmu, kalian seumuran, bagaimana perbedaannya begitu besar?"

Gu Yu masih tidak berbicara.

Ibu Gu terus mengoceh, dan Gu Yu hanya duduk dikursinya, diam.
Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments