2. If I were an Ordinary Student...

"Yue Ming ah, kau sekarang sudah tingkat dua, bagaimana kau bisa berkelahi dengan orang lain? Bahkan Wang Xuzhi, kau selalu menjadi siswa yang paling dikhawatirkan guru, bagaimana bisa terjadi seperti ini?" Guru kelas kecewa.

Wang Xuzhi menatap Cheng Yueming yang menundukkan kepalanya, menerima kritikan guru kelas. Ini pasti pertama kalinya dia dipanggil ke kantor oleh guru kelas. Hati Wang Xuzhi merasa sedikit tidak senang, tetapi dia mengaku salah. "Aku yang memprovokasinya duluan."

“Aku yang memukulnya lebih dulu,” Cheng Yueming melirik Wang Xuzhi.

Guru kelas mengambil secangkir teh dan meneguknya. "Oh, apa kalian berdua berencana untuk bertanggung jawab satu sama lain? Oke, minta orang tua kalian datang besok!"

"Jangan, guru ... ayahku, dia ... Uh ... dia ..." Wang Xu panik dan melangkah maju untuk menarik lengan guru kelas, bibirnya mulai bergetar.

Guru kelas mengubah wajahnya, "Apa yang terjadi pada ayahmu? Apa yang terjadi di rumah?"

"Ayahku, tubuhnya ..." Wang Xuzhi menutupi wajahnya dan mulai terisak.

“Baiklah, baiklah, kalau begitu kalian kembali dan tulis lima ribu kata untuk diperiksa, tidak perlu memanggil orang tua.” Guru kelas tidak berniat mendesak, mengayunkan tangannya, simpatik kepada Wang Xuzhi, menitikkan air mata.

“Tidak!” Mendengarkan lima ribu kata, Wang Xuzhi dengan cepat melepaskan tangannya, wajahnya tampak serius. “Guru, ayahku sangat tangguh, ketika dia memukulku,‘ brak brak’! Tentu saja dia bisa datang ke sekolah.”

Cheng Yueming, "..."

-•-

"Jangan mengikutiku!" Teriak Wang Xuzhi. Ketika berjalan pulang dengan tas sekolahnya, dia menoleh dan melihat Cheng Yueming ada di belakangnya.

Sebagai siswa sekolah menengah, jam pulang sekolah setelah kelas malam, hari sudah larut, tidak ada seorang pun di jalan.

Cheng Yueming mengikutinya di belakang dan memandangnya seperti orang idiot. Dia berkata, "Aku tetanggamu. Kita searah."

"Ck!" Wang Xuzhi tidak bisa membantah, dia berbalik dan lanjut berjalan, memikirkan sesuatu. "Ini pertama kalinya kau mendapat panggilan orang tua 'kan?"

Rumah Wang Xuzhi berada di desa yang jauh dari kota, gubuk jerami biasa, dan rumah Cheng Yueming adalah vila mewah. Alasan mengapa ia menjadi tetangganya adalah karena ketika ibu Cheng Yueming mengandung dirinya. Ayahnya ingin mencari tempat dengan udara yang baik dan akhirnya datang ke sini.

Dua kehidupan yang sangat berbeda.

Biasanya Cheng Yueming diantar jemput dengan mobil khusus, jadi karena ini pertama kalinya mereka pulang bersama, Wang Xuzhi masih sangat tidak nyaman.

"Hei, kau lambat sedikit." Cheng Yueming dengan cepat menyusul Wang Xuzhi, keduanya berjalan berdampingan. Dia terus melihat sekeliling, ekspresinya agak kaku dan tidak wajar.

Wang Xuzhi melirik ke atas untuk menatapnya, tinggi keduanya tidak berbeda jauh, tetapi menurut sudut pandang, Cheng Yueming memberi kesan lebih tinggi karena dia sangat kurus dan kakinya seperti dua sumpit. Bisa ditebak, dia tidak pernah melakukan pekerjaan fisik, tidak berguna. Tetapi Wang Xuzhi tidak sama, setiap hari dia membersihkan rumah, melakukan pekerjaan pertanian, dia tidak gemuk, bahunya lebar dan pinggangnya sempit, otot tipis yang menempel di tulang, sangat indah.

"Jangan dekat-dekat Laozi!” Wang Xuzhi mendorongnya, dan secara tidak sengaja melihat wajah Cheng Yueming yang pucat.

Hei! Orang ini sepertinya takut gelap!

Batin Wang Xuzhi muncul niat usil, "Xiao Yue Yue~ takut gelap? Muehehe ..."

"Hm?" Jawab Cheng Yueming, ketika dia menoleh, hanya udara hampa tersisa, Wang Xu sudah melesat pergi, berlari meninggalkannya ...

"WTF! Wang Xuzhi!!!" Wang Xuzhi berlari di depan, diikuti oleh teriakan panik oleh Cheng Yueming.

Dia berlari lebih keras dan lebih keras, tetapi dia tidak melihat Cheng Yueming mengejar untuk waktu yang lama, dia akhirnya berhenti, menoleh ke belakang, dan tidak melihat sosok Cheng Yueming.

"Dimana dia?” Wang Xuzhi berdiri di tempat yang sama untuk sementara, berbalik, berlari kembali.

"Cheng Yueming !! Cheng ..." Wang Xuzhi berteriak sambil melihat sekeliling. Baru saja memanggil suara kedua, dia melihat seonggok manusia tidak jauh didepan. Ketika mendekat, dia menemukan Cheng Yueming tengah berjongkok, tidak bergerak di tanah.

Wang Xuzhi ikut berjongkok dan menepuknya, "Hei, tidak apa-apa? Hei."

Cheng Yueming mendongak, matanya berkaca-kaca, ekspresinya penuh ketakutan. Setelah melihat Wang Xu, dia berteriak, "Wang! Xu! Zhi!"

Hati Wang Xuzhi gemetar, mulai menyesal. Apanya yang berhati lembut?! Dia memandang aura hitam yang menguar dari Cheng Yueming, dan mundur selangkah dalam hati nuraninya yang bersalah. "Bro..."

🌻🌻🌻



Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments