7. Apa sayang mau makan es krim?

Teman sekelas di dalam dan di luar pintu kelas merasa bingung dengan situasi ini.

Asma Tong Tong terengah karena semakin cemas, dia takut Zhou You menciumnya paksa seperti di mimpi. Detil berikutnya, dia langsung menginjak kaki Zhou You.

Zhou You merasa kesakitan mundur dua langkah ke belakang, menatap Tong Tong dengan tidak percaya, tetapi roti di tangannya tidak jatuh.

Direktur Li mengerutkan alis. “Tong Tong, kau tidak dengar? Aku baru saja katakan jangan menggertak siswa baru dan kau menginjak kaki siswa baru di detik berikutnya? Kau memukul orang di podium semester lalu dan aku belum menghukummu."

Tong Tong diam.

Direktur Li memelototinya, "Sekarang aku beri kau kesempatan untuk menebusnya."

Tong Tong berdiri tegak, "Aku bersedia!"

“Dengan cara ini, Zhou You duduk di meja yang sama denganmu, bantu dia beradaptasi dengan lingkungan, sayangi dia, jaga dia!” Direktur Li seperti memberi sumpah.

Tong Tong, "........."

Direktur Li melambaikan tangannya. "Oke, kalian semua duduk, aku tidak ingin melihat pertumpahan darah di hari pertama sekolah."

Hari pertama sekolah, mereka semua adalah siswa baru, jadi posisi bangku di kelas dipilih sesuka hati.

Zhou You mengambil posisi di deret belakang, tersenyum dan melambai pada Tong Tong untuk mendekat.

Tong Tong tidak bergerak, dia tidak tahu apa yang terjadi. Dia tidak percaya pada hantu dan dewa, bahkan takhayul feodal.

Tetapi isi mimpi itu muncul berulang kali dalam benaknya, dan ternyata itu terpenuhi.

Benar-benar ada siswa pindahan, dan siswa pindahan itu juga menawarkannya makan roti kukus.

“Apa kau kenal orang itu?” Zhuang Qian mengerutkan kening.

"Tetangga." Tong Tong juga mengerutkan kening. Dia benar-benar tidak percaya pada mimpi. Ini hanya kebetulan.

"Bagaimana aku melihatnya seperti memprovokasimu ..." Zhuang Qian menatap Tong Tong bingung, "kalian berdua bukan musuh kan?"

"Kenapa kalian masih sini? Tidak tahan berpisah dariku?" Direktur Li berteriak murka. "Mau beri aku ciuman perpisahan baru pergi hah?"

Mendengar kata ciuman, Tong Tong serangan jantung mendadak, dia segera berjalan menuju bangkunya dan duduk.

Dalam waktu kurang dari setengah menit, semua siswa kelas duduk tegak. Direktur Li berdehem dan mulai berbicara secara rutin.

Tong Tong diam-diam melihat Zhou You yang duduk di sebelahnya.

Zhou You sedang sedikit mendongak pada saat ini, mendengarkan dengan cermat ceramah direktur Li.

Hidungnya tinggi dan lurus, siluet sampingnya dengan rambut kepala model crew cut membuatnya terkesan dingin.

Entah bagaimana, Tong Tong merasa Zhou You yang tidak sedang tersenyum terkesan seperti orang lain.

Pada saat ini, Zhou You tiba-tiba menoleh untuk menatapnya, tersenyum lebar menampakkan deret gigi putih menyilaukan, kesan dingin tadi seketika lenyap.

Tong Tong, "..."

Dia memutar matanya dan mengalihkan pandangan.

Setelah selesai ceramah, Direktur Li pergi, biarkan ketua kelas sementara naik ke podium dan mulai mengatur buku.

Kelas yang tadinya tenang, kini mulai berisik.

Zhou You tidak peduli tentang kenyataan bahwa Tong Tong telah menginjak tadi, dia menoleh dengan sangat bersemangat. "Bagaimana kau bisa ada disini?"

Tong Tong merespon, "Bukankah ini yang seharusnya aku tanyakan padamu?"

Zhou You tersenyum, "Ibuku memintaku untuk datang, dia bilang utamakan sekolah."

"Terakhir kali kau memberi tahu ibuku adalah ayahmu menyuruhmu pergi ke lokasi konstruksi dan tidak membiarkanmu sekolah. Bagaimana ibumu membiarkanmu sekolah?"

"Ibu dan ayahku sudah bercerai," Zhou You dengan polos mengerjap, "Ayahku tidak peduli padaku, sekarang ibuku yang bertanggung jawab untukku."

Tong Tong tertegun, dia dengan bersalah menunduk, sebelum akhirnya bergumam sebagai respon.

“Jangan merasa bersalah, ini bukan salahmu.” Zhou You berpikir dia cukup pengertian.

“Kapan aku merasa bersalah?” Terciduk, Tong Tong merasa kehilangan wajah, dia memalingkan kepalanya, tidak ingin lagi menanggapi Zhou You.

Zhou You mengatakan beberapa kata lagi, tetapi Tong Tong tidak merespon, jelas tidak ingin peduli padanya.

“Sister, kau terlalu cepat marah.” Melihat Tong Tong masih tidak peduli, Zhou You menghela nafas dan diam.

Ketua kelas di podium baru saja selesai mengatur buku, bel kelas berbunyi.

Tong Tong segera beranjak dari bangkunya dan pergi ke bangku teman-temannya dideret tengah.

Tong Tong merasa dia terlalu banyak berpikir namun dia juga takut mimpi itu benar-benar terjadi jadi dia tidak ingin berinteraksi lebih banyak dengan Zhou You.

Sementara Zhou You yang ditinggal sendiri, memperhatikannya dari bangku.

“Tidak, apa anjing ini mengawasimu?” Zhuang Qian terang-terang menoleh kebelakang.

Zhou You yang melihat sisi lain tampak menyapanya dengan tatapan segera melempar senyum lebar menampakkan giginya yang putih menyilaukan.

"WTF?" Zhuang Qian tertegun, "Ini terlalu agresif. Apa dia tidak tahu posisinya?"

Tong Tong bingung, "Posisi apa?"

"Sayang sekali pindah ke sekolah baru tidak bisa mengandalkan siapa pun untuk menggertak," Zhuang Qian memasukkan permen lolipop ke mulut dan menggoyangkan tangkainya.

Zhou You tidak lagi menerima sinyal di sana, tetapi di belakangnya sekelompok gadis menekan suara mereka dan dia mendengarkan dengan jelas apa yang dibicarakan.

"Sangat tinggi ah, dan sengit, tidak bisa dianggap enteng."

"Kau lihat ada perban di lengannya. Sangat menakutkan. Ini pasti kelompok orang yang sama di SMA 12 yang hanya tahu pertarungan."

"Aku bertaruh, dia memukul guru atau teman sekelas di sekolah lamanya jadi dia dipindahkan."

"Bukankah sekolah kita tidak menerima siswa pindahan?"

"Mungkin periode ini telah berubah?"

"Kalau begitu kita tidak bisa bermain dengannya, aku merasa akan dipukuli."

Zhou You tiba-tiba berdiri dan melihat ke belakang.

Gadis-gadis itu segera menutup mulut mereka, dan satu atau dua dari mereka takut dipukul.

Zhou You merasa perlu mendefinisikan kembali citranya untuk dirinya sendiri. Dia berdeham dan tersenyum lebar. "Aku tidak pernah memukul guru atau teman sekelas. Aku adalah orang yang menolak kekerasan, terutama kekerasan disekolah."

Wajah Zhou You berubah serius, "aku tidak suka atau berpikir bahwa apa yang disebut penindasan dengan kekerasan itu benar. Aku juga membenci adegan kekerasan berdarah dan patah tulang yang kalian pasti belum pernah melihatnya, tetapi aku pastikan kalian tidak akan melihatnya, karena kalian akan membencinya sama sepertiku."

Gadis-gadis itu yang tadinya menerima sinyal berbahaya kini semua diam.

Seorang gadis yang masih merasa takut akhirnya menangis.

Zhou You, "..."

Dia tidak berani berbicara.

Dia tidak tahu siapa yang mengatakannya, gadis-gadis di selatan akan langsung menangis ketika diterpa angin kecil.

/ cengeng /

"Sialan! Aku ingin menghajarnya!" Zhuang Qian tidak tahan. Dia memilih kelas seni liberal karena gadis-gadisnya.

Ketika Zhuang Qian bergerak, para adik segera menahannya.

Zhou You memperhatikan situasi di sana, dan memandang Zhuang Qian dengan mengerutkan alis.

Dia tahu bahwa dia belum terbiasa dengan sekolah baru ini dan dia mungkin menyentuh sesuatu seperti teritorial.

Tapi sekolah ini adalah yang dicari ibunya, dia tidak ingin mendapat masalah dan sampai ke pendengaran ibunya.

Zhou You, "Kau -"

"Para siswa dihari pertama sekolah selamat pagi." Wanita tua dengan kepala popcorn tiba-tiba berjalan masuk sambil tersenyum.

Zhuang Qian berhenti dan tidak bergerak.

Bel berbunyi.

Tong Tong kembali ke tempat duduknya dengan wajah rumit.

“Apa kau marah karena mengira aky berbohong tentang mengatakan pergi ke lokasi kontruksi tadi pagi?" Zhou You dengan hati-hati mengorek masa lalu.

Tong Tong menatapnya dan merasa bersalah.

Zhou You belum terbiasa dengan sekolah ini dan hanya mengenalnya di kelas ini. Setelah kelas selesai, dia malah sengaja berlari ke sisi lain, meninggalkannya sendirian.

Bahkan saat ini bertanya kepadanya apakah dia marah.

Tong Tong dengan rasa bersalah, "Tidak."

Zhou You menyaksikan perubahan wajahnya dalam sekejap, dan menebak apa yang dia pikirkan. Dia tersenyum, berkata pelan, "aku tidak berbohong. Aku baru mendapat telepon dari ibuku setelahnya."

Tong Tong terbatuk tidak wajar, "aku mengerti."

Melihat entah sejak kapan telinga Tong Tong merah, Zhou You tidak mengatakan apa-apa dan mulai mendengarkan kelas dengan cermat.

Ketika wanita tua kepala popcorn di podium mulai membaca puisi kuno, Zhou You seketika bodoh.

Tiba-tiba dia memikirkan pertanyaan yang sangat penting. Sekolah itu dibagi menjadi seni dan sains.

Dia memilih sains disekolah lamanya karena kekacauannya dalam bahasa dan sejarah.

"Itu ... Apa ini kelas seni liberal atau kelas sains?" Zhou You gemetar.

Tong Tong memandangnya, "Seni liberal."

Zhou You, "..."

Dia tahu bahwa ibunya tidak bisa melepasnya begitu saja. Ternyata inilah yang terjadi.

“Kau tidak pandai matematika?” Zhou You menekan suaranya, membungkukkan pinggangnya, dan mendirikan buku teks.

“Matematikaku sangat bagus.” Tong Tong tidak secara sadar menurunkan suaranya.

"Lalu bagaimana kau memilih seni liberal?"

Tong Tong tidak sabar, "Apa kau tahu tujuan pertama divisi ini? Bahasa baik untuk sains, matematika baik untuk seni liberal."

Zhou You, "........."

“... Benarkah?” Zhou You mulai meragukan buku yang telah ia baca selama bertahun-tahun.

Tong Tong benar-benar tidak ingin melakukan interaksi dengannya, dia tidak ingin berbicara, dan juga tidak ingin melakukan apa pun.

Sederhananya tidur.

Dia beralih membaringkan kepala diatas meja.

Wanita tua popcorn itu sangat rabun dan sering lupa memakai kacamata.

Pikiran Tong Tong melayang sebentar, dan jatuh tertidur oleh angin yang bertiup melalui jendela celah.

Mimpi itu lagi.

Seperti film, bagian diberi roti ditarik dengan cepat, dan wajah beberapa orang dalam mimpi itu tiba-tiba terlihat jelas.

Adegan berubah menampakkan Zhou You yang tersenyum sambil memegang tangannya, mereka berdua tengah mengerjakan PR.

Tong Tong tertegun untuk waktu yang lama dan merutuk sesuatu.

“Apa yang terjadi sayang? Bukankah kau ingin menulisnya?” Zhou You sedikit memelintir keningnya. “Apa sayang mau makan es krim? Aku akan membelinya.”

Tong Tong sangat jijik dengan panggilan sayang, ia hampir mati sakit-sakitan.

Hanya bersiap untuk mengumpat, pemandangan di sekitarnya menjadi kurang jelas, seperti menarik ritme yang tak terhitung jumlahnya.

"Mari kita putus," Zhou You memunggunginya, "Aku hanya bersenang-senang dan menggodamu."

Tong Tong setengah mati oleh mimpi ini, tetapi dia tidak bisa melakukan apa-apa karena mimpinya.

Zhou You yang berdiri di depannya dan terus mengulangi kalimat putus seperti kaset rusak.

Tong Tong mencubit pahanya dengan keras, dia ingin keluar dari mimpi yang hancur ini.

Pada saat ini, Zhou You yang masih membelakanginya, tertawa menakutkan.

Tong Tong takut dengan tawa ini, dia terhenyak dan bangun terduduk.

Ini adalah akhir dari kelas, tidak ada yang memperhatikannya.

Zhou You melihatnya bangun dan menghibur. "Tidak ada, sekarang kelas sudah selesai."

Tong Tong menyipit dan tidak menanggapi sama sekali.

Setelah melihatnya bangun, Zhou You mencari kesempatan, dengan wajah sedikit merah berkata, "Kau sudah bangun. Aku tadi tidak terlalu banyak mendengarkan di kelas—"

Bel kelas tiba-tiba berbunyi.

Tong Tong kembali dari ketakutan dalam mimpinya.

Zhou You melihat guru masuk, jadi dia merendahkan suaranya, berbisik ditelinga Tong Tong, "Kau bisa tidak bantu aku memperhatikan materi pelajaran ini ..."

Tong Tong yang baru bangun, melihat Zhou You begitu dekat.

Entah bagaimana, dia semakin emosi dan membanting tangannya diatas meja. "Sampah... manusia sampah!"

Zhou You, "???"

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments