10. Merangkul Tong Tong


Deskmate, wake up! Chapter 10.

.

Suasana di koridor agak sepi.

Zhou You mengerjap beberapa kali, kemudian tidak bisa menahan tawa, "Tidak, apa kau linglung setiap hari?"

"Apa?" Tong Tong salah fokus ke aksennya.

"Maksudku... tunggu sebentar." Zhou You membungkuk dan kembali mengumpul lembaran uang yang tercecer sambil bicara. "Tidak, bagaimana aku pergi ke rumahmu untuk mandi kau sebut nakal? Ini tidak seperti aku pergi ke rumahmu membantumu mandi."

“Kau masih mau bantu aku mandi?” Tong Tong kaget.

 "..............."

Zhou You menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkan dua uang kertas 100 yian dari karung dan menyerahkannya ke tangan Tong Tong. "Aku tidak punya air di rumah, apa aku bisa mandi dirumahmu?"

"Bisa." Tong Tong mengangguk.

Ketika suara air berbunyi di kamar mandi, Tong Tong masih tidak mengerti maksud Zhou You.

Tong Tong melirik tas karung didekat kakinya.

Ini benar-benar pertama kali dia melihat begitu banyak uang, bukan hanya deretan angka nol di kartu bank.

Zhou You tinggal di lingkungan seperti ini bisa dilihat situasinya. Selain itu, Tong Tong juga tidak melihat Zhou You tampak seperti orang kaya dan bahkan tidak memiliki arloji.

Tapi tiba-tiba membawa pulang begitu banyak uang, dan itu semua adalah uang tunai.

Tong Tong merasa terlalu mencurigakan.

Ini bukan merampok bank tetapi seperti mengambil celengan anak di lantai bawah.

Suara air di kamar mandi berhenti, Zhou You dengan handuk dikepala berjalan keluar.

Tong Tong memandangnya dan bertanya, "Kenapa kau tidak hadir dikelas mandiri malam?"

"Aku mengambil uang.” Zhou You berjalan mendekat, membungkuk, tersenyum menepuk karung itu.

Otak Tong Tong terkejut, "mencuri uang itu ilegal."

"Apa yang kau bicarakan, aku pergi--" Kalimat Zhou You terhenti.

Dia tidak bisa mengatakan bahwa dia menagih utang.

Meskipun baru kenal beberapa hari ini, dia bisa melihat Tong Tong sensitif dan tahu bahwa keluarga Tong Tong berada dalam situasi ini. Dia tidak bisa mengatakan ini.

Mata Tong Tong menjadi semakin skeptis, dan tangannya menyentuh ponsel di sakunya.

Zhou You benar-benar tidak menyadari bahayanya semakin dekat, mencoba menjadi samar, dan mabuk oleh alkohol yang tersisa di tubuhnya. "Anjing itu, aku harus minum lebih dari 20 cangkir mengambil kembali uang."

Wajah Tong Tong menjadi rumit, tangannya dikeluarkan dari saku celananya.

Dia berpikir bahwa jika Zhou You mencuri, dia akan memanggil polisi.

Tapi dia tidak bisa melaporkan Zhou You anak di bawah umur yang minum.

Minum 20 gelas anggur bisa kembali membawa banyak uang, detak jantung Tong Tong melonjak, hanya ada satu kemungkinan.

Dia mendengar bahwa beberapa wanita dewasa ada yang suka siswa sekolah menengah seperti Zhou You.

Meskipun Tong Tong tidak banyak bertanya, dia tidak banyak bicara, tapi dia masih memikirkannya dan berbisik, "Kau lain kali jangan pergi, hal semacam ini, tidak terlalu ... tidak terlalu bagus."

"Ah?" Zhou You mengira dia dinasehati karena minum. "Tidak apa, aku sudah terbiasa dengan itu."

Tong Tong, "........."

Zhou You yang masih berdiri di luar pintu, seketika mendapati pintu ditutup dengan suara keras.

Dia menyentuh bagian belakang kepala dan bersiap maju.

Pintu terbuka lagi, dan dia melihat karung uangnya terlempar keluar.

"Hei--" Zhou You hanya ingin bertanya apa yang terjadi, dan pintu dengan cepat kembali ditutup.

Zhou You tertegun menatap pintu yang tertutup, menggaruk kepalanya.
.
.

Keesokkan paginya, Tong Tong bersiap pergi ke sekolah, melihat ke pintu seberang yang tertutup.

Dia ingin mengetuk pintu, berpikir sebentar.. mengurungkan niat.

Mereka bukan gadis yang harus ke toilet atau pergi ke sekolah harus bersama-sama btw.
Tapi Tong Tong memikirkan tentang semalam, dia membeli lebih sarapan.

Ketika tiba di ruang kelas, hampir banyak yang sudah datang. Kaki depan Tong Tong baru saja memasuki ruang kelas, ada suara berlari di belakangnya.

“Kenapa kau tidak memanggilku untuk berangkat bersama?” Zhou You meletakkannya di bahunya, terengah-engah, mengeluh. “Aku menunggumu."

Tong Tong tidak terbiasa dengan gerakan intim seperti itu dan menepis tangannya.

Zhou You tidak peduli, kembali merangkulnya, kali ini dengan penuh kekuatan.

Tong Tong sama sekali tidak bisa membebaskan diri, "...."

Zhou You dengan bahagianya membawa Tong Tong memasuki kelas.

Zhuang Qian menghampiri mereka dan melepas tangan Zhou You dengan tidak senang, "Siapa kau main peluk-peluk? Kau tidak boleh memeluknya."

Zhou You mengangkat alisnya, kembali merangkul Tong Tong, "aku memeluknya."

Zhuang Qian meraih Tong Tong dan berkata, "Peluk pamanmu."

Tong Tong, "........."

"Sialan -" Tong Tong baru saja bersiap untuk mengumpat.

Zhou You membungkuk dan dengan sengit kembali merangkul Tong Tong kemudian berlari dengan cepat duduk dibangku mereka.

Tong Tong, "..............."

Zhuang Qian ditinggal berdiri mematung, emosi.

Dengan cepat bergegas dan duduk bersama Tong Tong. Zhou You melempar senyum bahagia ke arah Zhuang Qian.

Setelahnya, keduanya sarapan sebelum direktur Li datang.

Tong Tong selalu lambat makan, jadi ketika dia baru mengunyah dua gigitan roti kukus, Zhou You sudah selesai memakan rotinya.
Zhou You masih lapar dan bersiap untuk minum untuk mengisi perut, namun baru membuka botol air mineral, lengannya terasa sakit.

Zhou You mengerutkan kening dan menatap tangannya. Semalam mengganti perban, dia tidak merasakan sakit.

Seharusnya tidak ada apa-apa, mungkin karena memukul tinju kemarin pagi ja sekarang sedikit sakit.

Tong Tong yang hanya melihatnya menonton botol air mineral mencibir dalam hati, orang ini bahkan tidak bisa membuka botol.

Tidak ada masalah dengan lengannya, Zhou You beralih melihat tatapan Tong Tong dan merasa lucu.

Tutup botol yang longgar di bawah tangannya, diam-diam dia kencangkan, lalu menyerahkannya, "aku tidak bisa membuka tutupnya."

Tong Tong terkejut, tetapi wajahnya tidak menampakkan, dia dengan tenang membukakan tutup botol lalu mengembalikannya.

Disisi lain, pandangan Zhuang Qian yang hina hampir meluap, mencibir orang ini hanya tinggi tetapi lemah, otot-otot diperkirakan tidak minum protein.

"Ada apa bro?” Perasaan ancaman Zhuang Qian dihilangkan. Dia tersenyum pada Zhou You. “Sepertinya kau tidak bisa melatih kekuatanmu. Tidak banyak olahraga ah?”

"Ya." Zhou You merendah.

"Tidak apa, jangan merendahkan dirimu. Meskipun kau tidak memiliki kekuatan di otot, kau sangat tampan. Kau bisa menakuti orang." Zhuang Qian menepuk lengannya yang kuat. "Jika kau merasa kesulitan di masa depan, bisa katakan padaku."

"Zhou You," Zhou You tersenyum dan mengulurkan tangan.

“Zhuang Qian.” Zhuang Qian juga tersenyum.

Keduanya berjabat tangan.

Masih ada lebih dari 10 menit belajar mandiri pagi, dan para adik yang tersebar telah berkumpul dan melaporkan nama.
Ada 40 siswa di kelas seni liberal, dan siswa laki-laki termasuk Zhou You berjumlah 11 orang. Dan dalam waktu singkat, mereka sudah akrab dengannya.

Untuk menstabilkan posisi pemimpinnya, Zhuang Qian menunjukkan kekuatannya depan para adik.

Kontes adu panco ke-53 segera diumumkan.

“Zhou You brother, ayo adu kekuatan tangan,” Zhuang Qian tersenyum rendah hati, “Aku akan menunjukkan padamu kekuatanku, ayolah.”

Zhou You ingin mempertahankan persaudaraan ini dan sulit memenangkan. Saat pertandingan dimulai, dia menggunakan hanya sedikit kekuatannya.

Tapi dia meremehkan dirinya sendiri dan melebih-lebihkan Zhuang Qian.

Semenit kemudian, para adik yang bersorak seketika speechless.

Dahi Zhuang Qian penuh dengan keringat, dan urat biru mencuat di lehernya.

Sementara Zhou You tampak santai, meluangkan waktu untuk mengambil roti Tong Tong yang tersisa, dan sambil memakan roti, dia membantu Tong Tong mendorong meja yang desak oleh kerumunan para adik disekitarnya.

Dua menit kemudian, Zhou You melonggarkan kekuatan sedikit lebih.

Tapi tak berdaya, Zhuang Qian tampaknya lebih lelah.

Menonton wajah hijau Zhuang Qian, Zhou You ingin menyelamatkan brotherly feeling pada akhirnya.

"Oh," Zhou You menuangkan tangannya ke bawah.

"Sialan!” Zhuang Qian emosi, menggulung lengan bajunya dan berjalan pergi.

Persaudaraan itu rusak.

Zhou You dengan berduka memeluk satu-satunya sisternya.

"Lepas! Jangan mencekikku!" Teriak Tong Tong.

Ketika belajar mandiri malam, Zhuang Qian tidak datang. Mungkin kehilangan muka.

Setelah kelas malam, kedua sister pulang bersama.

Saat akan masuk ke rumah masing-masing, Zhou You bicara dengan sangat serius. "Besok kita akan pergi bersama, kau harus memanggilku."

"Aku tidak mau.” Tong Tong mendengus dan memasuki pintu.

Setelah memasuki rumah, ada senyum di wajahnya.

Letakkan tas, Tong Tong menemukan bahwa ibunya belum kembali.

Tong Tong melihat ponsel dan tidak melihat ada pesan dari ibunya.

Ibunya mengajar kelas malam, kadang-kadang dia lelah dan akan bermalam di tempat les, tetapi biasanya dia akan menghubungi.

Tidak pernah ada situasi seperti tidak menelepon atau mengirim pesan seperti hari ini.

Diperkirakan waktu kelas telah berakhir, Tong Tong memutar alisnya dan menelepon ibunya, mendapati telepon tidak aktif, suasana hatinya mulai tidak tenang.

Keluarganya pindah selain karena murah di sini, juga untuk menghindar dari penagih utang.

Rumahnya yang dulu diserang sekelompok orang sebelum dia pindah.

Orang-orang itu tidak hanya merusak benda, tetapi juga memukuli orang.

Tong Tong menjadi lebih takut, takut orang-orang itu akan menemukan ibunya. Dia bergegas keluar rumah dengan ponselnya.

Tepat di luar gang, di jalan, ponsel Tong Tong tiba-tiba berdering.

Melihat ibunya yang menelepon, Tong Tong dengan cepat mengangkatnya.

Menebak Tong Tong pasti khawatir, ibunya berbicara dengan cepat. "Ada kelas yang terlambat hari ini, orang tua siswa tidak punya waktu untuk menjemput hari ini, ibu mengirimnya pulang, lalu kembali lagi ke tempat les, ibu tadi akan meneleponmu tetapi ponsel ibu lowbat. Kau tidak datang mencari ibu kan?"

"Tidak, aku baru selesai mandi dan akan tidur. Bu, kamlu harus istirahat lebih awal." Tong Tong menghela nafas lega.

"Hm, ibu akan kembali besok pagi dan memberimu sarapan," kata  Pei Yun sambil tersenyum.

“Oke, sampai jumpa.” Tong Tong juga tersenyum dan berbalik, siap untuk kembali.

Tiba-tiba, cahaya sebuah mobil muncul disisi jalan.

Tong Tong terkejut, matanya silau oleh cahaya yang kuat, berpikir tentang menghindari mobil, dia melangkah mundur namun kakinya tersandung sesuatu.

Pengendara mobil itu juga terkejut dan membunyikan klakson. Tong Tong tidak punya waktu untuk menghindar, dia hanya bisa menjerit dan terjatuh.

Butuh beberapa saat sebelum bereaksi.

Tong Tong bangun terduduk dan mendengarkan suara mobil melaju pergi.

Dia memutar alisnya dan mengumpat, memeriksa keadaan tubuhnya, dia tidak tertabrak, hanya terjatuh.

Saat mencoba berdiri, pergelangan kakinya nyeri, dia duduk kembali di tempat yang sama.

Sekarang benar-benar gelap, dan ini bukan tempat ramai. Hanya ada tiga lampu jalan dan dua sudah rusak.

Tong Tong kemudian memandang sekeliling dibawah cahaya redup, dan menilai bahwa dia seharusnya jatuh di parit.

Ada sebuah parit kecil di dekat gang, dan pagar pembatas tepi parit tidak setinggi betisnya. Dia pasti tersandung pagar pembatas.

Untungnya, hanya ada air di tengah danau, dikelilingi oleh lumpur dan beberapa sampah.

"Ada orang di bawah! Apa yang terjadi!" Suara pria tiba-tiba datang dari atas.

Tong Tong tertegun sebentar, menatap tubuhnya penuh lumpur dan merasa terlalu malu. Dia berpikir tentang istirahat dan memanjat sendirian, jadi dia melihat ke atas dan berteriak. "Aku menangkap ikan!"

"Jangan ditangkap! Itu peliharaan orang lain!" Pria di atas berteriak lagi.

Suara laki-laki terdengar akrab, kelopak mata Tong Tong berkedut.

“Oh, kenapa kau tidak mengatakan apa-apa?” aksen utara keluar.

Zhou You???

Mati!

Tong Tong tidak ingin memikirkan apa yang Zhou You lakukan pada malam selarut ini, tetapi dia lebih malu terciduk.

Setelah menyusun ide, Tong Tong takut suaranya dikenali, jadi dia meremas tenggorokannya dan berteriak, "Aku yang pelihara!"

“Tong Tong!” Suara Zhou You terdengar sangat terkejut.

"Bukan!” Tong Tong ketakutan.

“Apa yang kau lakukan di bawah!” Zhou You berteriak.

"Sudah aku katakan! Tangkap ikan!" Tong Tong kesal.

"Di mana kau jatuh! Aku akan turun!"

“Aku menangkap ikan!” Tong Tong masih bersikeras.

“Kaki kiri atau kanan!” kata Zhou You sambil berjalan menuruni tangga besar.

"... kaki kiri." Tong Tong tak berdaya.

Dia berpikir dan berteriak lagi, "Disini licin, jalan pelan-pelan!"

Suara Tong Tong baru saja keluar.

"Ai! Ai! Ai! Ai!" Zhou You berseru seperti menyanyikan Hip hop, tampaknya dia telah terselip dan jatuh.


Setelah berguling dua kali, dia tergeletak tidak jauh dari Tong Tong dan tidak bergerak, juga tidak mengatakan apa-apa.

Tong Tong, "........................"

“Ada apa!” Teriak Tong Tong.

Setelah beberapa lama, suara Zhou You yang tertekan terdengar, "... Sepertinya kakiku keseleo."

 “Tunggu, jangan bergerak!” Tong Tong berdiri dengan kesal.

🌻🌻🌻

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments

  1. Pasangan kocak...wkwkwkwwkwk gimane mau nolong kakinya pada keselo...

    ReplyDelete

Post a Comment