8. Dia tidak memakai apa-apa

Aku merasa beruntung lagi. Untungnya aku siswa pintar yang bisa mengerjakan PR. Kalau tidak, aku akan bosan seperti dia.

Setelah air mendidih, Ji Lang tidak sabar untuk mengangkat panci ke kamar mandi. Dia meletakkan ponselnya di atas meja sebelum dia masuk.

Aku tidak ingin mengintip layarnya, tetapi layar ponselnya masih menyala dan agak terang, jadi aku tidak sengaja melihat kotak dialog obrolan yang tidak dimatikannya.

Aku sebenarnya bukan orang yang tidak tahu malu yang akan mengintip ponsel orang lain saat pemiliknya tidak lihat. Tetapi dalam kotak obrolan Ji Lang terdapat avatar potret seseorang ... Ini fotoku...

Dan melihat dari sudut pakaian dan ekspresi, itu salah satu dari dua foto yang dia potret.

WTF, bagaimana bisa begitu mengerikan, siapa orang itu?

Aku tidak tahan lagi, mengambil ponselnya dan melihat nama akunnya.

Orang yang menggunakan fotoku sebagai avatar, nama akunnya adalah tikus ( haozi ).

Tikus ... Tiba-tiba aku teringat pada Chen Haokong.

Obrolan mereka tentangku adalah sebagai berikut:

[ Tikus, coba tebak siapa teman sekamar baruku. ]

[ Hari April Mop, kau masih bisa memiliki teman sekamar. ]

[ Aku tidak tinggal lagi di asrama. ]

[ Aku tentu tahu kau tidak tinggal lagi di asrama. Seluruh sekolah tahu kau sudah dikeluarkan dari asrama. Kasihan sekali bocah tidak beruntung yang menjadi teman satu sewamu itu. ]

[ Memang tidak beruntung, Hao Yu. ]

Melihat waktu catatan obrolan, Chen Haokong memiliki waktu yang lama untuk menjawab.

[ Sial, ponselku jatuh menimpa gigiku, kau tidak bercanda kan? Si peringkat satu yang dipuji oleh seluruh sekolah pagi ini? ]

[ Tentu saja, tidak bercanda! Aku bosan!  Pria ini hanya tahu untuk belajar. Selain belajar, dia menatapku rendah sebagai siswa bodoh. Selama karier masa SMA-ku kedepan, disaat seperti ini aku hanya bisa tidur, sangat membosankan. ]

[ Sulit dipercaya, Hao Yu jarang berbicara dengan orang lain. Dia tinggal di asrama selama dua bulan dan pindah. Aku dengar dia tidak selaras dengan teman sekamarnya. Aku tidak menyangka dia menyewa rumah di luar dan kau menjadi teman sekamarnya. ]

[ Kau tahu tentang masalahnya ah. ]

[ Aku tentu tahu, Hao Yu adalah idolaku, dalam semua aspek. ]
[ Jadi, aku tidak percaya idolaku akan tinggal dengan orang sepertimu. Kalau kau bosan, tidur saja! ]

[ F*ck, dia belajar didepanku, aku akan mengambil gambarnya untukmu. ]

Interval sebentar.

[ WTF! Aku lupa mematikan lampu kilat!  Masih ada suara, benar-benar sialan!  Seperti orang idiot! ]
[ Bagaimana? [gambar] [gambar] ]

[ Dewaku sangat tampan! ]
[ Ditetapkan sebagai screen saver, aku harap dewa memberkatiku agar bisa masuk peringkat 50 besar berikutnya. ]

[ Sampah, kau hanya menggunakanku sebagai perantara. ]
[ Enyahlah! ]

Setelah itu, mungkin karena aku menyuruh Ji Lang menghapus fotoku jadi dia menghapusnya.

Dia mengirim pesan pada Chen Haokong.

[ Dewamu hampir dipukul, tapi untungnya, aku sudah tumbuh lebih baik, dan juga lebih tampan darinya. ]

[ Tolong bersikap baik pada dewaku orz ]
[ Apa aku bisa datang kesitu untuk membuat PR? ]

[ Kau ingin datang? ]

[ Bisakah? ]

[ Enyahlah sejauh mungkin, aku tidak berteman dengan orang-orang yang menulis pekerjaan rumah. ]

Ji Lang mungkin benar-benar bosan.

Ketika aku melihat waktu berikutnya, saat itu mungkin setelah aku mengangkat telepon dari Ruan Xuehai.

[ Watak Dewamu sangat buruk, dia bahkan memutuskan hubungan dengan temannya. ]

[ Kau jangan memprovokasinya! Bukankah terlalu tidak adil bagimu jika dia tampan dan tidak memiliki temperamen buruk! ]

[ Fck, blacklist! ]

[ Tanya dewaku apa dia makan pedas. ]

[ Makan. ]
[ Aku juga makan. ]

Setelah itu, Chen Haokong datang dengan tiga porsi nasi ayam astragalus.

Lalu ada riwayat obrolan setelah kepulangan Chen Hao.

[ Lang Ge, aku melayang! Lalalala~ ]

[ Fck! Apa yang terjadi dengan otakmu? ]

[ Lang Ge, aku tidak tahan, bagaimana Hao Yu sangat tampan! Aku dulu terobsesi dengan kecerdasannya, dan sekarang aku bersedia mendedikasikan diriku padanya seumur hidup! ]

[ WTF! Cepat ganti avatarmu! Apa yang kau lakukan dengan fotonya? ]

[ Hehe, aku pikir ini sangat bagus. Ketika makan tadi, aku lihat bulu matanya yang panjang! Aku hampir tersedak. ]

[ Tentu saja aku tahu dia terlihat tampan! Tapi entah bagaimana aku selalu berpikir Hao Yu sedang berbicara padaku! ]

[ Keren sekali rasanya. ]

[ Keren kentutmu, kau tahu rasanya saat aku mengambil fotonya, dan begitu mendongak melihat wajah gunung esnya? Dalam sekejap, potretnya tidak begitu cepat! ]

[ Oh, oh! Kasihan! Kau harus terbiasa dengan itu. Dewaku sangat dingin, kau jangan mengganggunya saat belajar. ]

Setelah beberapa saat...

[ Dewamu tidak butuh ditampar, dia memberiku air panas. ]

Aku membantunya merebus air karena aku sudah lama duduk membuat PR dan merasa tidak nyaman. Jadi membantunya merebus air hanyalah cara agar aku bisa berjalan.

[ Membahas ini, kau akan tinggal di rumahku nanti, aku akan bertukar denganmu, aku akan memberi dewa air panas setiap hari. ]

[ Enyahlah yang jauh, aku mau mandi. ]

[ 😭😭 Kau tidak diizinkan mandi dengan dewaku! 😭 ]

Selanjutnya, Ji Lang tidak membalas, dan catatan obrolan berakhir.

Aku dapat mengkonfirmasi bahwa Chen Haokong benar-benar terobsesi padaku.

Aku mengklik avatar tikus, refresh setelah memperbesar, dan fotoku sudah berubah menjadi kucing.

Tampaknya Chen Haokong mengubah avatar setelah Ji Lang mendesaknya.

Meskipun Ji Lang memperlakukanku dengan sangat baik, itu tidak berarti bahwa aku dapat memaafkannya karena mensimulasikan kehidupan lotengku di Internet.

Tapi aku tidak bisa benar-benar marah, lagipula, aku mengintip ponselnya ... Ini menyebalkan.

Sebaiknya aku harus melakukan sesuatu, misalnya, menunjukkan bahwa dia salah dalam melakukan ini ... Aku ingin membuat pernyataan, mirip dengan: Aku rasa agar dua orang bisa rukun, yang paling penting adalah untuk saling menghormati ... Blablabla mungkin seperti itu.

Tetapi dia tidak dapat melihatnya ketika aku mengirimnya, karena kami tidak menambahkan teman.

Pintu kamar mandi terbuka, aku menatap kertas matematika dan memberanikan diri, "Ji Lang, mari kita tambahkan teman?"

Dia tidak berbicara, aku menoleh untuk menatapnya.

Tapi kemudian aku menyesalinya.

Aku merasa harus mengirim 10.000 kata tentang dia yang tidak menghormatiku karena Ji Lang tidak memakai pakaian.

Ya, tidak ada yang dikenakan, di depan teman sekamarnya yang murni dan cerdas.

Aku melihat burung besarnya lagi yang tidak bersih dari urin.

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments