15. Apa aku tidak cukup tampan?

"Oke, oke, hentikan." Aku bangkit dan membiarkan Ruan Xuehai berhenti. "Kelakuanmu itu benar-benar membuatku tidak senang."

"Kau tidak senang?" Ruan Xuehai tampak tidak bisa percaya. "Apa aku tidak cukup tampan? Apa aku tidak layak bagimu?"

Sialan si bodoh ini, mengatakan hal yang mudah disalahpahami!

Meskipun aku dan Ruan Xuehai sering bercanda seperti ini, tapi sekarang kami di depan Ji lang... Aku selalu merasa bahwa pikiran Ji Lang sederhana. Entah apakah ini diskriminasi terhadap orang-orang dengan anggota tubuh yang maju. Dia tampaknya mudah percaya apa yang orang lain katakan, mau tak mau aku khawatir dia akan salah paham.

Aku benar-benar tidak ingin melayani permainan konyol Ruan Xuehai.

"Kau tidak akan pernah layak bagiku, kubur pemikiran itu," aku beralih mengeluarkan set pertanyaan yang aku beli. "Aku mau belajar, kau bisa bertanya padaku jika ada pertanyaan."

"Baiklah siswa Hao yang pintar." Ruan Xuehai menyanjung.

Ji Lang yang bersandar di dinding, menatap kertas soal milik Ruan Xuehai sebentar, dan akhirnya berkata, "Bukankah dia kelas sains? Bagaimana kau mengajarnya?"

"Kelas sains juga ada subjek utama ah." Ruan Xuehai tidak keberatan mengakui dirinya yang hanya siswa biasa. "Dengan kemampuan keluarga kami Hao Yu Yu, subjek utamaku bisa lulus, ia adalah pahlawan utama."

Aku tahu Ruan Xuehai selalu menyanjung dan meninggikan derajatku untuk membuat Ji Lang memiliki tekanan psikologis tentang aku benar-benar memiliki pihak yang mendukung.

Tetapi aku tidak ingin memikirkan retardasi mental semacam ini.

Ji Lang memainkan ponsel dan tidak bisa bermain lagi. Akhirnya, dia bersandar di dinding dengan putus asa. Dia berkata, "Ibuku bilang jika ada materi yang tidak aku mengerti, aku bisa bertanya padamu ..."

"Oke ..."

Oh ibuku ... Kemampuannya memulai percakapan benar-benar buruk. Jika ingin aku membantunya, bicara saja langsung. Tidak perlu membawa-bawa ibunya. Bahkan jika bibi tidak menyuruhku membantunya, aku bisa membantu. Aku biasanya juga sangat senang membantu orang lain.

Dia begitu dibuat-buat sehingga aku hampir tidak bisa menyelaraskan pikiranku dengannya.

Jelas, jika aku menerangkan topik pada Ruan Xuehai, hatiku tidak seimbang!  Hahaha!

Meskipun aku tidak tahu mengapa Ji Lang merasa tidak seimbang secara psikologis, dia bahkan tidak merasakannya sendiri, tetapi aku merasakannya.

Tinta pena kuas Ruan Xuehai ditangannya jatuh dan bintik hitam memenuhi kertas. Dia menundukkan kepalanya, bahunya bergetar dan gerakan kecilnya itu tidak bisa lepas dari mataku.

Aku tahu bahwa Ruan Xuehai menertawakan Ji Lang, tertawa diam-diam, tertawa dan menjadi gila, Dia selalu berpikir bahwa Ji Lang adalah tipe orang yang tidak bisa mengalahkan orang dalam tiga kalimat, sekarang mendengar ucapan Ji Lang, orang itu seketika gila.

Buku Ji Lang masih terlempar di atas meja. Dia mengatur ulang dan membuka halaman pertama. Setelah sekitar sepuluh menit, dunia diam.

Pada akhirnya, Ji Lang tidak membiarkan aku mengajarinya. Dia keluar tanpa menulis sepatah kata pun. Sebelum pergi, dia berkata bahwa tidak harus menunggunya saat makan siang.

Begitu dia pergi, Ruan Xuehai pergi ke tempat tidurnya. Dia tersenyum tengil. "Ternyata dia tidak seperti yang dikatakan ..."

"Sangat menggemaskan?" Kataku.

"Wtf, kau buta? Di mana dia menggemaskan?" Ruan Xuehai menyentuh dahiku untuk memastikan apa aku demam. "Kurasa dia sepertinya sangat peduli padamu. Kau masih harus hati-hati, sialan ini jelas dirinya yang asli belum muncul."

"Terserah." Aku tidak tahu mengapa Ji Lang abnormal.

Namun, dia tidak kembali makan pada siang hari, dimana dia pergi?

Aku tidak melihat Ji Lang lagi sampai pergi ke sekolah pada sore hari.

Jelas, dia dikelas sebelah jadi aku bisa melihat figurnya ketika dia memasuki gedung pengajaran.

Ada empat kelas di belajar mandiri malam itu, ada rehat sepuluh menit dipertengahan kelas dan aku pergi ke kamar mandi.

Di ujung koridor balkon adalah pintu toilet, sekelompok anak laki-laki merokok berkumpul, warna puntung rokok oranye-merah menyala terang di malam hari, diperkirakan kepala sekolah tidak datang hari ini jadi mereka benar-benar berani.

Sebelum aku mendekat, kupikir ada yang sedang menatapku.

Lalu aku mendengar seseorang dengan nada yang biasa berkata, "Kakak Lang, kudengar kau dan siswa peringkat satu tidur bersama?"

--*--

Jangan lupa subscribe dan komen

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments

  1. Tidur bersama? Kok ambigay banget y.. 😅

    Huhuhu.. Ji lang cembokur euy... Si Xuehai jga, iseng banget lu bang. Manas"in ji lang. 😁😁😁

    ReplyDelete

Post a Comment