10. Kembali ke tempat tidurmu

Kemudian, dia tidak berbicara, hanya menatap ponsel. Aku tebak dia pasti pamer pada Chen Haokong bahwa dia akhirnya berkelahi denganku.

Setelah beberapa saat, Ji Lang bertanya dengan hati-hati, "Apa mulutmu terluka?"

"Apa kau tidak lihat?!"

Apa kau memiliki kotak cahaya bulan untuk mengembalikan waktu?

Aku begitu sengit tapi dia tidak terganggu dan bertanya lagi, "Bagaimana dengan pinggang? Apakah itu sakit?"

Aku tidak berbicara.

Bertanya dibelakang benar-benar membuat orang marah, sebelumnya saat memukulku dia tidak menunjukkan belas kasihan.

Memangnya mudah bagi Laozi untuk menghasilkan delapan ribu yuan sepertimu?

Butuh kerja keras untuk mengobati cidera ginjal.

Cedera ginjal? Ya, itu adalah ginjal.

Aku tidak berpikir mengatakan kalimat ini, tapi aku pikir ... Aku sepertinya cedera internal ... tubuh orang ini...

Sialan ... delapan abs! Mataku menelusuri menghitungnya, aku sedikit gemetar dan hampir menghembuskan darah dari hidung, tidak menyentuhnya, tetapi bisa merasakannya ... dia sangat kuat.

Terutama setelah mengeluarkan keringat, otot-otot dada yang indah yang berombak-ombak di antara napas, dan basah yang menetes dengan liar, terlalu fck kuat.

Mengatakan yang sebenarnya, tubuh seperti ini sangat menarik bagiku.
Aku tidak tahan untuk bereaksi. Aku mencoba bertahan sebaik mungkin. Ini jauh lebih sulit daripada tes matematika. Hidungku masih gatal sekarang, dan merasa akan mimisan setiap saat.

Aku dengan terhuyung berjalan ke kamar mandi untuk berkumur dan mencuci muka dengan air dingin untuk membiarkan diriku bangun, jika tidak, aku akan mengibarkan bendera perang dengannya di detik berikutnya. 

Ada langkah besar di koridor, dan seseorang mengetuk pintu.

Itu adalah Chen Haokong.

Aku tidak keluar dari kamar mandi, tidak tahu bagaimana menghadapi ini semua.

Sejak tahu Chen Haokong benar-benar memanggapku dewa, aku tidak bisa untuk tidak memperhatikan imejku. Baru saja tadi makan bersama lalu sekarang dianiaya, itu memalukan untuk bertatap muka lagi.

Meskipun Ji Lang tampaknya lebih banyak memar, tetapi dia sudah terbiasa berkelahi, sedangkan luka batinku tidak terhapuskan.

Panci pot sisa air panas yang Ji Lang gunakan, ada di tutup toilet, tapi airnya tidak banyak. Aku menggunakan air itu untuk mandi, bisa disebut mandi air dingin. Ketika aku keluar, Chen Haokong sudah pergi.

Aku terburu-buru masuk ke kamar mandi jadi tidak membawa pakaian ganti, tapi aku baru saja mengajari Ji Lang bagaimana menjadi seorang pria. Karena itu, menahan perih, aku memakai pakaian kotor lagi.

Chen Xiaokong mengirim kain kasa, plester dan obat merah yang ditempatkan di kotak obat darurat putih kecil. Ada juga salep untuk menyeka luka dan bahkan obat oral.

Orang ini adalah anak siput.

Mengamati obat-obatan ini, kenapa aku merasa seperti kedepannya masih akan cedera lagi karena berkelahi?

“Bagaimana pinggang belakangmu? Mau aku bantu mengobatinya?” Ji Lang mengayunkan kakinya dan mengobati memar dengan salep.

Apakah dia benar-benar bodoh?

Pinggang seorang pria tidak bisa disentuh.
"Sudah terlambat bersikap baik. Bagaimana kau tidak melakukannya saat memukulku?"

Dia masih terlihat menyedihkan.

Aku melihat wajahnya biru dan ungu, dan Ji Lang tidak terlalu gelap, memar di pinggangku juga penuh tanda merah.

Aku tampak marah sebentar dan mulai sedikit melunak.

Bagaimana dengan integritasku? Apa topeng imejku luntur?

Mandi air panas yang baru saja aku lakukan tidak bisa menekan darahku. Tanda simpatiku muncul setelah waktu yang lama.

Aku melarikan diri ke kamar tidur kecil, mengganti baju pendek katun dan celana besar yang biasanya digunakan sebagai piyama, dan kemudian melompat ke tempat tidur seperti flying trapeze.

Ji Lang tidak tahu apa yang terjadi padaku. Dia pikir aku menangis dan buru-buru berlari ke sisi tempat tidur dan menepuk punggungku. "Maaf ... aku benar-benar tidak bermaksud melawan. Kalau kau pukul aku lagi ...  Aku tidak akan pernah melawan ... "

Ini bukan masalahnya, Big Bro!

Aku masih tengkurap, bisakah dia pergi?

“Aku baik-baik saja, kau kembali ke tempat tidurmu.”

Bisa tidak kau jangan membelai telapak tanganmu dengan lembut di punggungku?

Donasi buat Choco
Chapter terbaru tidak muncul di Select Chapter jadi klik judulnya dibawah!
Loading

Comments